Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Sabtu, 17 Desember 2011

Kartono Tewas Diduga Tertembak Oknum Polisi

PURWAKARTA, ReALITA Online — Kartono (31) warga Kampung Awi Mekar RT 10/05 Desa Cibungur, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, meninggal dunia diduga akibat tertembak oknum polisi.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Republika, aksi penembakan tersebut terjadi pada 28 Oktober lalu. Saat itu, korban sedang berada di lokasi judi sabung ayam di Desa Cigelam, Kecamatan Babakan Cikao. Akan tetapi, korban bukan salah satu pelaku perjudian, melainkan hanya sekedar menonton sabung ayam itu.

Korban tengah asik menonton, tiba-tiba ada tiga anggota aparat Kepolisian Sektor Kota Purwakarta. Tiga anggota itu ikut menonton pertunjukan sabung ayam.Seorang bandar judi sabung ayam itu mengenal salah satu dari tiga aparat tersebut. Akhirnya,bandar beserta pelaku dan penonton judi sabung ayam lari tunggang langgang.

Karena situasi tak kondusif, aparat tersebut mengeluarkan tembakan peringatan supaya semua pihak tidak meninggalkan lokasi. Bahkan, Brigpol bernisial Y mengamankan warga sambil mengacungkan senjata apinya ke udara.

Kartono yang tadinya akan lari, tetapi melihat temannya diamankan Brigpol Y, langsung mengurungkan niatnya. Dia mendekati polisi tersebut dengan tujuan menyelamatkan temannya.

Kartono menahan tangan Brigpol Y yang masih memegang senjata. Kemudian, korban menyuruh temannya untuk lari. Tak berapa lama, terdengar letusan senjata api dan tubuh Kartono ambruk ke tanah.Timah panas menebus leher Kartono sebelah kanan.

Mulyati (29), Istri korban mengatakan seprti ikutip REPUBLIKA,sejak suminya tertembak langsung dilarikan ke RSHS Bandung karena tim medis di RSUD Bayu Asih tidak sanggup. Hampir 1,5 bulan Kartonodirawat, namun nahas sejak tertembak ia tak pernah membuka mata lagi. "Suami saya koma selama 1,5 bulan," kata Mulyati, Kamis (15/12).

Ia berharap suaminya kembali pulih, namun takdir berkata lain. Kartono menghembuskan nafas terakhirnya Rabu (14/12), sekitar pukul 21.30 WIB.

Mulyati mengatakan, semasa hidup Kartono tidak pernah memiliki ayam. “Jadi dia bukan pelaku judi sabung ayam seperti dugaan aparat tersebut. Bahkan sebelum tertembak, Kartono pamit kepada saya untuk menonton pertunjukan sabung ayam. Suami saya bekerja sebagai buruh pertanian," ujarnya.

Sementara itu Kapolres Purwakarta AKBP Bahtiar Ujang Purnama dalam kesempatan terpisah, membenarkan adanya insiden pada 28 Oktober. Kasus tersebut berawal ketika anggota Polsek Purwakarta mendapat informasi adanya judi sabung ayam di Cigelam. Untuk memastikan informasi tersebut, akhirnya tiga anggota Satuan Reserse Polsek Purwakarta menuju lokasi guna melakukan pencegahan. "Kasus ini sebenarnya bukan penggerebekan, tapi pengecekan," ujar Bahtiar. Copyright: Chieputra, republika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar