![]() |
| iklan "Katakan Tidak Pada Korupsi" |
JAKARTA,
ReALITA Online — Suasana rapat konsultasi antara
pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat dengan para pimpinan institusi penegak hukum,
kementerian, dan pihak terkait di DPR, Kamis (23/2/2012), tiba-tiba berubah
menjadi riuh tawa di tengah rapat.
Saat
itu, kalimat kampanye Pemilu 2009 milik Partai Demokrat, yakni "Katakan
Tidak Pada Korupsi" terlontar dari mulut salah satu anggota Dewan.
Rapat
konsultasi itu membahas program pencegahan tindak pidana korupsi di Kementerian
dan DPR. Hadir dalam rapat Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Wakil Kepala
Polri Komjen Nanan Soekarnak dan Kepala Bareskrim Polri Komjen Sutarman,
pimpinan KPK yakni Busyro Muqoddas dan Zulkarnaen, Jaksa Agung Basrief Arief.
Hadir
juga pimpinan fraksi-fraksi, pimpinan Komisi III, pimpinan Badan Anggaran,
pimpinan Badan Kehormatan, dan pimpinan Komisi XI.
Riuh
tawa terjadi ketika Aboe Bakar Al Habsy, perwakilan dari Fraksi Partai Keadilan
Sejahtera (PKS) memaparkan pandangan fraksi PKS mengenai pencegahan korupsi.
Awalnya,
dia menjelaskan bahwa korupsi sudah terjadi sejak zaman kerajaan dan telah
menghancurkan Majapahit, Mataram, dan Sriwijaya.
Setelah
itu, Aboe Bakar menyinggung pin yang terpasang di baju dinas Nanan. Pin itu
bertuliskan "Pelayanan Prima, Anti-KKN, Anti-Kekerasan". Menurut dia,
sebaiknya DPR mengikuti langkah Polri itu.
"Kalau
kita ikuti, bikin pin (bertuliskan) katakan tidak pada korupsi. Ini mantap.
Kita buat semacam itu," kata Aboe Bakar dengan wajah serius.
Berbeda
dengan Aboe Bakar, para pimpinan yang hadir langsung tertawa setelah mendengar
pernyataan Aboe Bakar. Pimpinan DPR, tidak terkecuali Marzuki Alie dari Fraksi Demokrat,
ikut tertawa.
Ada
pula yang geleng-geleng kepala. Bahkan, ada pimpinan DPR yang memperagakan
slogan itu dengan tangan, sama seperti dalam iklan.
Setelah
menjelaskan mengenai praktik korupsi di kementerian hingga DPR, Aboe Bakar
menutup dengan mengungkit kembali idenya itu.
"Perlu
ada langkah sistemik untuk mencegah korupsi. Saya pikir kita tirulah Pak
Wakapolri. Kita pakai pin di samping pin DPR "katakan tidak pada
korupsi". Setuju Pak Ketua Demokrat (Marzuki)?" kata Aboe Bakar.
"Iya,"
jawab Marzuki sambil tersenyum.
"Saya
sangat senang kalimat itu. Soal aplikasi urusan lain," pungkas anggota
Komisi III itu disambut kembali riuh tawa para pimpinan.
Marzuki
tak tinggal diam. Dia mengaku mendukung ide itu. "Di forum ini kita
sepakat katakan tidak pada korupsi. Setuju kan? Saya ketok palu nih,"
tanya Marzuki.
"Setujuuuu,"
jawab para pimpinan disambut ketuk palu oleh Marzuki.
Sebelum
memberi kesempatan pimpinan fraksi lain berbicara, Marzuki mengatakan,
"Kalau ada korupsi, itu oknum. Sama kalau ada satu partai katakan tidak
pada korupsi (Demokrat), kalau korupsi, oknum. Bukan partainya."
Para
pimpinan lain pun kembali tertawa mendengar pernyataan Wakil Ketua Dewan
Pembina Partai Demokrat itu.
Seperti
diketahui, kampanye "Katakan Tidak Pada Korupsi" kembali diangkat ke
publik setelah banyaknya kader Partai Demokrat yang terseret kasus korupsi.
Terakhir,
M Nazaruddin dan Angelina Sondakh terseret kasus korupsi proyek wisma atlet SEA
Games. Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan beberapa petinggi
Demokrat lain juga disebut-sebut terlibat. kompas

Tidak ada komentar:
Posting Komentar