![]() |
| wartawan ANTV terkena siraman air keras |
JAKARTA,
ReALITA Online — Hingga
saat ini, kepolisian masih terus mencari pelempar cairan kimia dalam demo
menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di depan Gedung DPR, pekan
lalu. Salah satu cara yang dilakukan polisi yakni dengan mempelajari
rekaman-rekaman gambar saat kejadian.
"Masih terus
dilakukan proses penyelidikan," ujar Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Pol
Boy Rafli Amar, di Gedung Dewan Pers, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis
(5/4/2012).
Menurut Boy Rafli,
pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi terkait insiden ini dan juga telah
melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari titik terang dalam
kasus ini. Yang terbaru, tambah Boy, pihaknya tengah fokus mempelajari rekaman
gambar yang ada saat kejadian untuk mencari petunjuk soal pelaku.
"Mempelajari
rekaman-rekaman gambar karena kejadian pada waktu itu malam hari. Sedang kita
upayakan untuk melihat wajah-wajah siapa saja yang ada dalam rekaman itu, untuk
dijadikan petunjuk," jelasnya.
Rekaman-rekaman
gambar saat kejadian, baik yang berasal dari media maupun pihak lain, sangat
membantu penyelidikan polisi karena saat itu kondisi sudah malam hari dan
begitu banyak orang di lokasi kejadian.
Namun Boy enggan
mengungkapkan hasil penyelidikan sementara karena semuanya masih berjalan.
"Kita belum bisa sampaikan, karena masih diproses," tandas Boy.
Pada unjuk rasa
menentang kenaikan harga BBM yang digelar di depan Gedung DPR, Jl Gatot
Subroto, pada Jumat (30/3) lalu, terdapat 3 wartawan dan 3 anggota Polri yang
terkena cairan kimia yang diduga berjenis asam kuat. Dugaan kuat cairan kimia
tersebut dilempar oleh salah seorang pendemo.
detik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar