Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Jumat, 06 April 2012

Buru Pelempar Cairan Kimia, Polri Pelajari Rekaman Gambar Saat Kejadian


wartawan ANTV terkena siraman air keras
JAKARTA, ReALITA Online — Hingga saat ini, kepolisian masih terus mencari pelempar cairan kimia dalam demo menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di depan Gedung DPR, pekan lalu. Salah satu cara yang dilakukan polisi yakni dengan mempelajari rekaman-rekaman gambar saat kejadian.
"Masih terus dilakukan proses penyelidikan," ujar Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar, di Gedung Dewan Pers, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (5/4/2012).
Menurut Boy Rafli, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi terkait insiden ini dan juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari titik terang dalam kasus ini. Yang terbaru, tambah Boy, pihaknya tengah fokus mempelajari rekaman gambar yang ada saat kejadian untuk mencari petunjuk soal pelaku.
"Mempelajari rekaman-rekaman gambar karena kejadian pada waktu itu malam hari. Sedang kita upayakan untuk melihat wajah-wajah siapa saja yang ada dalam rekaman itu, untuk dijadikan petunjuk," jelasnya.
Rekaman-rekaman gambar saat kejadian, baik yang berasal dari media maupun pihak lain, sangat membantu penyelidikan polisi karena saat itu kondisi sudah malam hari dan begitu banyak orang di lokasi kejadian.
Namun Boy enggan mengungkapkan hasil penyelidikan sementara karena semuanya masih berjalan. "Kita belum bisa sampaikan, karena masih diproses," tandas Boy.
Pada unjuk rasa menentang kenaikan harga BBM yang digelar di depan Gedung DPR, Jl Gatot Subroto, pada Jumat (30/3) lalu, terdapat 3 wartawan dan 3 anggota Polri yang terkena cairan kimia yang diduga berjenis asam kuat. Dugaan kuat cairan kimia tersebut dilempar oleh salah seorang pendemo.  detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar