Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Rabu, 18 April 2012

Kader Struktural Golkar Harus Masuk Cabup/Cawabup Cilacap


CILACAP, ReALITA Online — Harga diri salah satu partai politik adalah pengurus struktural partai politik, sehebat dan sekuat apapun jika pengurus struktural dimarginalkan maka kedepan akan menuai kemorosotan bahkan kehancuran.
Partai Golkar di kabupaten Cilacap merupakan pemenang pemilu ke 2 setelah PDI Perjuangan dengan memperoleh sebanyak 9 kursi di legislativ, kemenangan tersebut adalah karena partai Golkar menempatkan kader struktural partainya masuk menjadi calon legislativ sehingga mampu memberikan kontribusi suara yang sangat signifikan. Menjelang pemilukada untuk memilih Bupati/Wakil Bupati Cilacap 2012 jajaran arus bawah masih berharap agar pengurus struktural partai Golkar harus maju sebagai Cabup/Cawabup demi mempertahankan harga diri partai.
Seperti ramai diberitakan oleh beberap media masa, bahwa Bupati Cilacap H. Tato S. Pamuji secara resmi telah mendaftar melalui partai Golkar sebagai Cabup dan Dra. Hj Siti Fatimah secara resmi mengundurkan diri dari pencalonannya karena ketakutan yang luar biasa sehingga Surtimas (Suara Hati Masyarakat) yang dikomandaninya digiring dan dialihkan dukungannya kepada calon incumbent.
Arus bawah menangkap Surtimas adalah organisasi lintas partai sehingga manakala melaksanakan pemilihan legislativ, komponen yang ada didalamnya kembali ke habitat partai masing-masing dan disinilah yang perlu dipertimbangkan oleh orang-orang Golkar di Kabupaten, Propinsi, maupun pusat. Jangan sampai keuntungan sesaat susahnya sampai kiamat.
Masih ada tokoh partai Golkar yang berasal dari kader struktural partai yang dianggap mumpuni, kader terbaik dan merupakan harga diri atau maskot partai Golkar di kabupaten Cilacap yakni Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Cilacap Drs. EC. Toto Yulisantoso, MM. dan masi banyak pengurus lain yang masih laku dijual publik serta diterima oleh masyarakat, namun posisi ketua DPD II Golkar oleh grassroot masih menduduki peringkat pertama.
Alasan grassroot sangat jelas jika jajaran struktural tidak dimasukkan atau dicalonkan untuk memimpin Kabupaten Cilacap maka dikhawatirkan kedepan tidak ada kader yang bersedia duduk sebagai ketua partai Golkar dan kaderisasi dianggap gagal hanya gara-gara kader instan yang dicalonkan.
Seluruh komponen partai Golkar di Kabupaten Cilacap oleh grassroot diminta untuk proaktif, aspiratif dan lebih berani mencalonkan kader terbaiknya yang berasal dari kader internal partai yaitu kader struktural sekaligus ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Cilacap. Mengapa demikian ? arus bawah khawatir Golkar akan memilih kader instan/karbitan atau kutu loncat.
Minimal R2 (Waki Bupati) yang harus diperjuangkan mati-matian oleh partai Golkar mulai dari jajaran DPP, DPD I, dan DPD II Partai Golkar karena realita di masyarakat, kekuatan Golkar mulai dari pengurus legislator masih sangat solid dan kekuatannya cukup signifikan agar kader comotan yang tanpa obsesi membesarkan partai Golkar tidak dimunculkan dalam Cabup/Cawabup agar asset bangsa berupa partai Golkar selalu memberikan kontribusi kepada masyarakat Cilacap demi eksistensi dan kejayaan Golkar kedepan. rin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar