CILACAP, ReALITA
Online — Harga diri salah satu partai politik adalah
pengurus struktural partai politik, sehebat dan sekuat apapun jika pengurus struktural
dimarginalkan maka kedepan akan menuai kemorosotan bahkan kehancuran.
Partai
Golkar di kabupaten Cilacap merupakan pemenang pemilu ke 2 setelah PDI
Perjuangan dengan memperoleh sebanyak 9 kursi di legislativ, kemenangan
tersebut adalah karena partai Golkar menempatkan kader struktural partainya
masuk menjadi calon legislativ sehingga mampu memberikan kontribusi suara yang
sangat signifikan. Menjelang pemilukada untuk memilih Bupati/Wakil Bupati
Cilacap 2012 jajaran arus bawah masih berharap agar pengurus struktural partai
Golkar harus maju sebagai Cabup/Cawabup demi mempertahankan harga diri partai.
Seperti
ramai diberitakan oleh beberap media masa, bahwa Bupati Cilacap H. Tato S.
Pamuji secara resmi telah mendaftar melalui partai Golkar sebagai Cabup dan
Dra. Hj Siti Fatimah secara resmi mengundurkan diri dari pencalonannya karena
ketakutan yang luar biasa sehingga Surtimas (Suara Hati Masyarakat) yang
dikomandaninya digiring dan dialihkan dukungannya kepada calon incumbent.
Arus
bawah menangkap Surtimas adalah organisasi lintas partai sehingga manakala
melaksanakan pemilihan legislativ, komponen yang ada didalamnya kembali ke
habitat partai masing-masing dan disinilah yang perlu dipertimbangkan oleh
orang-orang Golkar di Kabupaten, Propinsi, maupun pusat. Jangan sampai
keuntungan sesaat susahnya sampai kiamat.
Masih
ada tokoh partai Golkar yang berasal dari kader struktural partai yang dianggap
mumpuni, kader terbaik dan merupakan harga diri atau maskot partai Golkar di
kabupaten Cilacap yakni Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Cilacap Drs. EC. Toto
Yulisantoso, MM. dan masi banyak pengurus lain yang masih laku dijual publik
serta diterima oleh masyarakat, namun posisi ketua DPD II Golkar oleh grassroot
masih menduduki peringkat pertama.
Alasan
grassroot sangat jelas jika jajaran struktural tidak dimasukkan atau dicalonkan
untuk memimpin Kabupaten Cilacap maka dikhawatirkan kedepan tidak ada kader
yang bersedia duduk sebagai ketua partai Golkar dan kaderisasi dianggap gagal
hanya gara-gara kader instan yang dicalonkan.
Seluruh
komponen partai Golkar di Kabupaten Cilacap oleh grassroot diminta untuk
proaktif, aspiratif dan lebih berani mencalonkan kader terbaiknya yang berasal
dari kader internal partai yaitu kader struktural sekaligus ketua DPD II Partai
Golkar Kabupaten Cilacap. Mengapa demikian ? arus bawah khawatir Golkar akan
memilih kader instan/karbitan atau kutu loncat.
Minimal
R2 (Waki Bupati) yang harus diperjuangkan mati-matian oleh partai Golkar mulai
dari jajaran DPP, DPD I, dan DPD II Partai Golkar karena realita di masyarakat,
kekuatan Golkar mulai dari pengurus legislator masih sangat solid dan
kekuatannya cukup signifikan agar kader comotan yang tanpa obsesi membesarkan
partai Golkar tidak dimunculkan dalam Cabup/Cawabup agar asset bangsa berupa
partai Golkar selalu memberikan kontribusi kepada masyarakat Cilacap demi
eksistensi dan kejayaan Golkar kedepan. rin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar