![]() |
| barang bukti hasil razia di LP Gintung, Cirebon |
CIREBON,
ReALITA Online — Puluhan
handphone, ganja hingga putaw ditemukan saat razia dan penggeledahan di Lembaga
Pemasyarakatan (LP) Khusus Narkotika, Gintung Cirebon. Pengeledahan itu
dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sihabudin.
"Bagi
narapidana, botol itu sebagai kata ganti dari telepon genggam, dan tempe itu
adalah baterei telepon genggam," kata Kepala LP Gintung, Cirebon, Jawa
Barat, Heri Yunianto, Sabtu (7/4/2012).
Razia dan penggeledahan
dilakukan sejak Jumat malam sekitar pukul 23.30 WIB dan berakir Sabtu dini hari
sekitar pukul 03.00 WIB. "Razia kami difokuskan di blok A dan G, karena di
dua blok itu para penghuni berlatar belakang pemakai dan pengguna
narkoba," lanjut Heri.
Namun razia dan
penggeledahan dilanjutkan pagi tadi di blok E dan D. Hasilnya didapatkan lebih
dari 40 puluhan telepon genggam dan baterei. Selain itu, ditemukan senjata
tajam rakitan berupa pisau, obeng rakitan, gunting serta rotor (untuk tattoo)
beserta tiga tinta.
Temuan ini, tentu
saja mengejutkan bagi pihak Lapas. "Selama ini kami ketat terhadap
masuknya barang barang terlarang ddari luar Lapas. Namun tidak menutup
kemungkinan, petugas kami terlibat. Sejauh ini, kami belum menemukan indikasi
ke arah itu," tambah Heri.
Selain barang itu,
ditemukan juga 17 paket kecil ganja kering, 1 paket besar ganja kering.
"Yang lebih mengkhawatirkan adalah ditemukan putau paket kecil 17 buah dan
2 paket besat putau, beserta 1 suntikan," lanjut Heri.
Heri menambahkan,
temuan telepon genggam dan narkoba jenis ganja dan putaw itu, jelas ada
hubungannya. "Tidak mungkin, telepon genggam itu hanya digunakan untuk
menelpon keluarga napi. Jelas mereka (napi) mengontrol masuknya narkoba ke
Lapas," tambah Heri.
Sementara itu KBO
Satserse Narkoba Polres Cirebon, Aiptu Jarir, membenarkan jika ada yang
mengontrol peredaran narkoba dari LP Gintung Cirebon. "Beberapa kali kami
temukan kasus narkoba, yang ternyata dikontrol dari dalam Lapas," kata
Jarir singkat.
Barang-barang terlarang
berupa narkoba dan telepon genggam, ditemukan di tempat yang sangat
tersembunyi, seperti di bawah saluran air, dan septic tank. Barang-barang itu
dibungkus dengan plastik agar tidak basah. Lebih lanjut Heri menandaskan, jika
ada petugas Lapas yang terbukti terlibat memasukkan barang barang tersebut,
Heri berjanji akan memproses hukum petugas yang terbukti terlibat. detik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar