Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Sabtu, 31 Juli 2010

Tomi Ditinggal Pacar, Telan 100 Pil Dextron Akhiri Hidup

KARAWANG, ReALITA Online — Tomi bin Endang (22) warga Kampung Jebug, Kelurahan Karawang Kulon, Kec.Karawang Barat, Kab.Karawang, Ja-Bar, mengakhiri hidupnya dengan cara menelan 100 butir pil dextron dengan air susu di kamar mandi, Jumat (31/7). Sekitar pukul 16.30 WIB dia kepada Omi sang ibu berpesan: “Nanti malam saya mau pulang karena sudah ada yang menjemput”. Dan benar tepat pukul 23.00 WIB Tomi tidak bernyawa lagi.

ENDANG sang ayah sekitar pukul 21.00 WIB sempat mendatangi mantri Entus ke klinik yang tak jauh dari tempat tinggalnya untuk mengobati Tomi yang dalam keadaan sekarat. Kemudian Entus bergegas dan melakukan diagnosa, kemudian ia menganjurkan kepada Endang supaya membawa putranya ke RSUD Karawang.

Namun, saran mantri tidak dihiraukan dan membiarkan Tomi terbaring di rumah kontrakan kakaknya. Tepatnya pukul 22.45 WIB, kakak Tomi kembali menjemput Entus untuk mendapatkan pengobatan. Ternyata setelah tensi darah dicek, detak jantung sudah berhenti begitu juga urat nadi sama sekali tidak berdenyut. Sekitar pukul 11.30. WIB Laras pun tiba sembari menjerit dan memanggil kang Tomi hudang (bangun), sesaat lalu pingsan.

Menurut keterangan yang dihimpun ReALITA Online di Kampung Jebug bahwa tindakan nekad Tomi mengakhiri hidupnya, akibat Laras sang kekasih memutuskan tali percintaan mereka. Gadis belia warga Kampung Poponcol Kaler ini sudah lama menjalin asmara dengan pria yang belum memiliki pekerjaan tetap itu.

Tidak jelas apa pemicu terjadi benang merah dalam percintaan dua insan itu. Padahal seperti diungkap seorang guru, seminggu sebelum peristiwa bunuh diri tersebut, Laras membelai rambut Tomi. Sehingga guru yang tidak mau disebut namanya itu bak disambar petir di siang bolong setelah malam itu mendengar Tomi telah tiada karena diduga bunuh diri dengan cara menelan 100 pil dextron.

“Penyebab kematian Tomi akibat makan pil over dosis dan tidak tertolong lagi. Padahal sudah ada yang menyarankan kepada bapaknya supaya segera dibawa ke RSUD, malah tidak merespon,” ujar sumber ReALITA Online.

Tomi yang hanya mengecam bangku SMU hingga kelas II, tapi tidak jelas mengapa tidak melanjutkan. Bahkan orangtuanya sempat mendaftarkan dia untuk sekolah ujian persamaan (Uper) paket C dengan harapan bisa melamar karyawan di perusahaan industri berkat pertolongan seseorang.

Karena itu Omi ibu kandungnya tidak terlalu serius menanggapi ungkapan putranya itu, yaitu mau pulang karena ada yang menjemput. Sang ibu sempat mengingatkan: “Jangan ngomong begitu karena kamu mau kerja.”

Tidak salah memang apa kata orang bijak: “Kalau cinta sudah melekat gula jawa terasa coklat.” Dan cinta memang buta, tapi akal sehat tetap di kedepankan sebab dunia tidak selebar daun kelor. esi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar