
SUBANG, ReALITA Online — Naca (43) warga Dusun Lamaran, Rt 02/Rw 05, Desa Jatireja, Kec Compreng, Kab Subang, Jawa Barat, awalnya sudah bertekad memberangkatkan AM binti Damin (39) ke Arab Saudi sebagai TKW. Namun, setelah sang istri kembali ke kampung halaman mertua meminta supaya dia diceraikan karena dituduh menghabiskan gaji yang dikirim Asih dari negara tempat ia bekerja.
“SUDAH jatuh ditimpa tangga pula,” pepatah ini tepat dialamatkan kepada Naca bersama dua anaknya yang ditinggal istri tercinta setelah tujuh tahun menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Arab Saudi unuk mengumpulkan fulus.
Berkat peluh AM juga kebutuhan sehari-hari Naca sang suami bersama dua anaknya bisa terpenuhi. Bahkan perubahan dalam rumah tangga tersebut sangat dirasakan keluarga.
Entah apa yang memicu kebencian Damin sang mertua balik menuding Naca telah memfoya-foyakan uang upah hasil kerja AM putrinya selama di Arab Saudi. Sekembalinya AM selaku Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke kampung halaman, kedua orangtuanya pun meminta kepadanya supaya menceraikan Naca. Bahkan jangan tinggal lagi di rumahnya. Nasib ayah dua anak ini pun akhirnya menyedihkan karena bertahun-tahun ditinggal istri, eh…sepulangnya malah minta diceraikan.
Musim panen di Desa Jatireja sedang berlangsung. Sudah menjadi kebiasaan para petani, baik kaum Hawa maupun Adam turun ke sawah memanen padi.
Rupanya, di tengah keramaian memanen bulir padi itu, Asih bertemu dengan seorang pria bernama Kd Bin Ada warga Dusun Cukanggaleuh, Desa Parigi Mulya, Kec, Cipunagara, Kab Subang. Pada saat itu pula perkenalan kedua insan lain jenis kelamin ini berlangsung--hingga saling meminta nomor telepon celluler (hp).
Entah setan apa yang merasuki benak Kd, suatu hari ia menghubungi AM yang tidak lama kemudian diduga cinta terjalin bahkan kian intim. Bahkan lelaki tersebut sempat membantu AM menuai padi. Dari sinilah awalnya tengkulak padi ini memainkan aji mumpung untuk menjalin cinta tanpa rasa takut sedikit pun. Padahal dia mengetahui bahwa wanita ibu dua anak ini masih berstatus punya suami.
Ironisnya, Naca tanpa curiga akan keberadaan istrinya sendirian. Tetapi, sepintar-pintar AM menyimpan bangke, baunya tetap tercium oleh Naca. Rasa panik pun mulai menghantuinya, lantas kemana AM pergi selama ini. Apalagi selama dua hari pernah menghilang tanpa kabar.
Meskipun demikian, Naca yang polos suatu hari mendapat kabar kurang sedap dari teman sekampung soal keberadaan AM. Teman sekampungnya menceritakan pernah kepergok istri Naca berduaan dengan seorang laki-laki di salah satu persimpangan jalan yang tak jauh dari Kampung Compreng. Sangat di luar dugaan, niat bejatnya kedua insan yang dimabok
Naca tak digdaya, dia pun meminta bantuan wartawan ReALITA Online untuk mencari jejak istrinya. Tak sulit, memang, hanya sepekan kemudian hasil investigasi kasus dugaan selingkuh itu pun terungkap.
Kd di kediamannya tepatnya pukul 12.00 WIB ketika dikonfirmasi sempat berkelit. Namun setelah didesak, lelaki yang doyan istri orang lain itu, akhirnya berterus terang pernah meniduri AM di semak-semak tumpukan padi. Konfirmasi dan pengakuan di saksikan oleh istrinya. Tapi hanya mengatakan dua patah kata: ”Pasrah saja”. Sementara Kd dengan wajah pucat pasi tertunduk seolah malu.
Meskipun hati Naca terbakar seakan disambar petir di siang bolong, ia akhirnya melaporkan kasus perselingkuhan tersebut ke Polisi Sektor (Polsek) Compreng untuk diproses secara adil sesuai hukum yang berlaku.
Akibat ulah istrinya, Naca bersama kedua anaknya kini harus menanggung malu setelah aib sang ibu berperilaku bejad. ”Jiwa kedua anak saya mungkin terganggu dan menghambat pikiran untuk belajar di sekolah,” papar Naca sedih. Pepen Supendi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar