
JAKARTA, ReALITA Online — Ketua Umum DPP Front Pembela Islam Habib Rizieq, terkait penangkapan Amir Jama'ah Anshorut Tauhid Abu Bakar Baasyir, menyerukan umat Islam untuk merapatkan barisan dan memperkokoh ukhuwah Islamiyah.
SELAIN ITU, Habib juga menyerukan pembelaan hukum terhadap Baasyir, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Solo, Jawa Tengah. "Penangkapan Ustadz Abu Bakar adalah bentuk terorirasi Islam, tokoh Islam, dan aktivis Islam yang concern terhadap syariat Islam," kata Habib kepada para wartawan, Senin (9/8) di Markas FPI, Petamburan,
FPI, sambung Habib, juga mengecam penangkapan dilakukan ketika Baasyir tengah melakukan safari dakwah di Jawa Barat. "DPP FPI menduga kuat bahwa penangkapan ABB merupakan politik rekayasa terorisme.
Berbagai rekayasa kasus telah dilakukan Polri, termasuk Aan Susandi, pemulung, yang dinarkobakan. Penangkapan ini juga merupakan politik pengalihan isu kasus besar, seperti skandal Century, kenaikan TDL, rekening gendut perwira polri, dan keterlibatan Polri dalam berbagai kasus," kata Habib.
Disamping itu, Habib juga menilai, penangkapan itu merupakan politik pemberangusan Islam.
Sebelum Diciduk, Baasyir Dikuntit Densus 88 Polri
Penangkapan Abu Bakar Baasyir sebelumnya sudah dibuntuti oleh petugas kepolisian dari Mabes Polri sebelum akhirnya ditangkap di Jalan Raya Banjar jalur perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah depan Markas Polresta Banjar, Senin pagi (9/8).
Kapolresta Banjar AKBP Teddy Hermansyah melalui Kabag Bina Mitra, Kompol Dedy Sukandi, di Kota Banjar, Senin (9/8), mengatakan sebelumnya petugas dari Mabes Polri sudah mengetahui keberadaan Abu Bakar Baasyir berada di Tasikmalaya, Jawa Barat.
Namun informasi selanjutnya, kata Dedy, petugas Polresta Banjar hanya mengetahui rombongan Abu Bakar Baasyir sudah masuk ke markas Polresta. "Tim dari Mabes Polri itu sudah mengikuti terus, nah, pas pagi tadi langsung ditangkap dan di bawa ke markas Polresta Banjar," kata Dedy.
Sementara pandangan masyarakat terkait penangkapan Baasyir beserta rombongannya saat melajukan kendaraan menuju Jawa Tengah seperti razia kendaraan, kata Dedy, itu merupakan asumsi masyarakat yang kebetulan sedang berada di jalan raya.
"Pandangan masyarakat memang seperti razia, mobil itu memang mau menuju Jawa Tengah, dan petugas sudah mengikuti sebelumnya dan langsung dibawa ke markas Polres," katanya.
Sementara itu dua kendaraan Kijang Krista dan Nissan Terano, kata Dedy jajaran Polresta Banjar belum mengetahui berapa jumlah orang dalam mobil tersebut.
Namun, kata dia diperkirakan ditumpangi sekitar delapan orang, yang langsung diamankan dengan penjagaan ketat oleh anggota dari Mabes Polri dan Polda Jabar.
Beberapa saat penangkapan, kata Dedy, tim petugas Densus 88 langsung membawanya ke Mabes Polri, Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Sedangkan orang dalam dua mobil rombongan itu, kata Dedy pihak Polresta Banjar belum mengetahui identitas selengkapnya, karena saat penangkapan yang melakukan pengamanan dari anggota Mabes Polri.
"Kalau Baasyir sudah di bawa langsung tadi pagi, tapi kalau yang lainnya dibawa tadi sekitar pukul 12.30 WIB dijemput mobil khusus dari Brimob," katanya. ant
Tidak ada komentar:
Posting Komentar