Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Jumat, 20 Agustus 2010

Balita Diculik Resahkan Warga Cikarang Timur dan Utara

CIKARANG, ReALITA Online — Penculik mengembalikan mayat anak berusia 5 tahun kepada orangtuanya tanpa biji mata dan isi perut di Kp Sinyar, Desa Simpang, Kec. Cikarang Timur, Kab. Bekasi, Ja-Bar, menyebar di kalangan masyarakat. Ironisnya lagi, setelah perut anak yang diculik itu dibuka di dalamnya terdapat uang sebanyak Rp.5 juta. Akhirnya, berita yang ternyata fiktif itu sampai meresahkan orangtua yang punya anak.

SAMPAI berita ini diterbitkan, tidak jelas dari mana sumber dan siapa penyebarnya, peristiwa hari Kamis pagi (19/8), pukul 08.00 WIB yang menggemparkan masyarakat Kecamatan Cikarang Timur dan Cikarang Utara. Sehingga mayarakat yang punya anak berusia 5-12 tahun terpaksa mengantar langsung ke sekolah, bahkan menunggu sampai jam belajar usai.

Berdasarkan investigasi ReALITA Online ke Kampung Sinyar, warga setempat ternyata tak satu pun yang kehilangan anak mereka. Begitu juga soal ada mayat anak umur 5 tahun dikembalikan tanpa mata dan dalam perut ada uang Rp. 5 juta.

Bahkan sebaliknya warga di kampung tersebut justru menjadi was-was setelah mendapat berita dari mulut ke mulut pada hari Rabu sore (18/8), ada seorang anak laki-laki berusia 5 tahun di Kampung Pilar diculik. Setelah kedua biji mata diambil beserta isi perut diganti dengan uang sebesar Rp.3 juta.

Keterangan yang diperoleh di Polres Metro Bekasi Kabupaten belum menerima laporan dari warga yang merasa kehilangan anak mereka. Meskipun demikian berita soal culik tersebut sedang diselidiki dan dikembangkan.

Masalah penculikan anak balita di Kabupaten Purwakarta dan Subang awal Agustus 2010 sudah marak dibicarakan masyarakat. Apalagi rencana penculikan itu disebarkan melalui sms kepada orangtua yang memiliki telepon celuler. Akhirnya, para orangtua di dua kabupaten tersebut tak satu pun jauh dari anak-anak mereka. Seperti mengantar dan menunggu anak-anak mereka sampai jam belajar berakhir.

Salah seorang guru Taman Kanak-Kanak di Kampung Sinyar, Yati, setibanya di sekolah, Kamis (19/8), pukul 08.00.WIB wajahnya pucat lalu jatuh dari sepeda.

Tak lama kemudian dia bercerita kepada para orangtua TK bahwa Yati melihat langsung mayat anak umur 5 tahun tanpa mata dan isi perut. Bahkan uang sebesar Rp.5 juta di dalam perut disobek-sobek orangtua anak yang diculik. Kemudian apa yang diungkapkan Yati, rupanya menyebar di seantaro Cikarang Timur dan Barat.

Mpo Anah warga Desa Karang Raharja yang baru melahirkan bayi 1 bulan, terpaksa mengantarkan anaknya yang masih TK sembari menggendong bayi laki-lakinya.

Kabar culik yang kemudian mengembalikan korbannya tanpa mata dan isi perut, berbagai kalangan mengharapkan kepada pemerintah desa sampai Kabupaten Bekasi berserta jajaran kepolisian supaya meyakinkan masyarakat benar tidaknya berita penculikan tersebut atau hanya sekedar isapan jempol. Karena selain meresahkan, juga mengganggu akivitas warga sehari-hari. ditambah lagi saat ini adalah bulan suci Ramadhan kelak mengusik kekhusukan umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa. Putra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar