Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Rabu, 25 Agustus 2010

Rumsiah TKI Asal Pebayuran Bekasi 3 Tahun Tanpa Berita

BEKASI, ReALITA Online — Rumsiah (27) warga Kp Rumbia Rt 008/003 Desa Karangreja, Kec.Pebayuran, Kab.Bekasi, Ja-Bar, hampir 3 tahun atau 31 bulan tidak jelas beritanya sejak menjadi TKI di Jordania. Banih, ibu kandungnya tak dapat berbuat apa-apa selain termenung meratapi satu-satunya anaknya nan jauh di negeri orang.

MENURUT penuturan Banih, keberangkatan Rumsiah sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI), awalnya penawaran salah seorang sponsor PT Pratama Lahji Mandiri (PLM) yang merekrutnya untuk Tenaga Kerja Wanita (TKW). Tawaran itu pun bak gayung bersambut, karena Rumsiah bermaksud memperbaiki hidup setelah ditinggal cerai oleh suami. Kemudian sponsor membawanya ke PT PLM di Jakarta untuk dikirim yang katanya ke Jordania.

Namun, sejak meninggalkan Kampung Rumbia hingga sekarang sang ibu tidak pernah mendapat berita sebenarnya putri semata wayangnya itu berada. “Jangankan gaji pernah dikirim, dimana sebenarnya Rumsiah berada belum pasti saya ketahui. Katanya di Jordania tapi sama sekali tidak ada kabar berita,” papar Rumbia tersedu.

Ibu yang juga ditinggal mati suaminya ini sangat berharap Rumsiah berkirim uang untuk biaya hidupnya dan seorang cucu putri Rumsiah. Padahal, tegas dia, dengan bekerjanya putrinya sebagai TKW dengan harapan mendatangkan uang untuk biaya pengobatan cucunya yang membutuhkan biaya operasi karena bibirnya sumbing.

Wanita desa ini mengaku sering termenung sembari meneteskan air mata karena tak kunjung tahu nasib putrinya itu. Selain masyarakat yang tergolong tidak punya alias miskin, juga melek huruf sehingga tidak dapat berbuat apa-apa.

“Saya tidak mengerti apa-apa dan orang miskin. Siapa yang bisa menolong saya untuk mencari tahu di mana Rumsiah sekarang. Saya sudah menemui sponsor di rumahnya tapi selalu menghindar. Mau nemui perusahaan yang memberangkatkan, saya tidak tahu alamatnya,” paparnya kepada ReALITA Online, Senin (23/8) di Kp Rumbia.

Ustad Syamsudin salah satu Porwada Pengerah Jaringan Tenaga Kerja Indonesia PT Safika kepada ReALITA Online membenarkan nasib Rumsiah tidak jelas di Jordania. ”Saya mendapat kabar Rumsiah belum kerja dan terkatung-katung di Jordania. Seharusnya sponsor bertanggungjawab dan melaporkan kepada PT PLM supaya mengembalikan Rumsiah ke kampung asal di Indonesia,” katanya.

Menurut pengalaman Syamsudin, harusnya PT PLM sebagai perusahaan yang memberangkatkan Rumsiah jangan diam dan harus proaktif melakukan komunikasi kepada agen di Jordania dan terutama Kadubes Indonesia di sana. “Ini sudah menyangkut nasib dan nyawa orang apalagi sudah 31 bulan tanpa kabar berita. Wajar kalau ibu dan keluarga menjadi resah dan ketakutan nasib anaknya,” tandas Syamsudin.

Dia menyarankan supaya keluarga Rumsiah langsung melaporkan nasib Rumsiah ke BNP2TKI di Depnaker dan Transmigrasi di Jakarta. ”Kalau didiamkan keenakan perusahaan yang memberangkatkan Rumsiah,” ujar dia.

Dengan tidak jelasnya nasib Rumsiah, diharapkan peran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, untuk memfasilitasi pencarian Rumsiah kini berada dimana. Begitu juga Kepala Desa Karangreja supaya jangan bergeming nasib warganya itu. “Siapa lagi yang memikirkan nasib Rumsiah kalau bukan Pemerintah Desa Karangreja,” ujar sebuah sumber. Syam, esi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar