
JAKARTA, ReALITA Online — Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu, mengatakan ada 4.000 ekor sapi yang dipotong untuk program pasar murah di seluruh Indonesia. Pasar murah dilakukan untuk meredam kenaikan harga daging sapi menjelang Lebaran.
Kenaikan harga tertinggi terjadi di Papua dan Gorontalo, masing-masing dengan harga Rp 90 ribu dan Rp 85 ribu per kilogram pada Senin lalu. "Itu karena faktor jarak," kata dia Rabu (8/9) saat ditemui dalam acara pasar murah daging sapi di Kelurahan Klender, Jakarta Timur.
Sedangkan harga daging sapi yang melonjak hingga Rp 80 ribu per kilogram di Aceh karena tingginya permintaan di daerah tersebut. Namun, Mari menilai kenaikan harga daging sapi saat ini lumrah terjadi menjelang Lebaran. "Harga daging sapi naik menjelang Lebaran, tapi nanti setelah Lebaran turun lagi," katanya.
Pasar murah daging sapi, kata dia, akan digelar selama dua hari menjelang Lebaran, sejak kemarin hingga hari ini. Harga jual daging sapi ini dibedakan antara daging sapi murni sebesar Rp 52 ribu dan daging sapi khas atau bistik sebesar Rp 55 ribu per kilogram.
Khusus untuk
Untuk Aceh, ada 127 ekor sapi yang didistribusikan, sedangkan di Riau, Sumatera Selatan, Lampung, dan Sumatera Barat akan digelontorkan 511 ekor sapi. Harga daging sapi di pasar murah itu akan dipatok Rp 10 ribu di bawah harga setempat. esi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar