Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Kamis, 09 September 2010

Pedagang Keluhkan Harga Beras dan Daging Makin Naik

JAKARTA, ReALITA Online -- Bukan hal yang mengatekan lagi menjelang Lebaran kenaikan harga sembako kian menjadi. Tapi, untuk tahun ini justru banyak pedagang di pasar mengaku kenaikan harga tidak terlalu parah, kecuali untuk beras dan daging.

Misalnya di pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, para peda­gang tidak terlalu mengeluhkan soal harga sembako. “Kalau harga sayuran kemung­kinan nggak naik lagi karena sebelum Lebaran naiknya sudah tinggi sekali,” ungkap Yanto seorang pen­jual sayuran.

Seperti harga cabe merah ke­riting semula mencapai Rp 50 ribu per kilogram, sejak dua minggu sebelum Lebaran sudah mengalami penurunan hingga Rp 25 ribu per kilogram. Begitu juga dengan harga bawang merah yang kini sudah turun di kisaran Rp 12 ribu per kilo­gramnya dari sebelumnya men­capai Rp 18 ribu per kilo­gram.

Justru untuk cabe rawit merah, Yanto mengaku, masih tinggi mencapai Rp 45 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp 48 ribu per kilogram. Hal ini lebih disebab­kan faktor cuaca yang menye­babkan para petani sulit untuk menanam cabe rawit merah.

Menurut Yanto, jika ada kenai­kan pada sayuran H-2 Lebaran, itu tidak akan banyak pengaruh. “Stok sayuran sudah cukup, jadi mungkin naiknya sedikit,” katanya.
Lain dengan sayuran, harga daging cenderung naik. Mende­kati hari H Lebaran bisa men­capai Rp 80 ribu per kilogram.

Menurut salah satu pedagang daging sapi Toto, harga daging memang mengalami kenaikan cukup signifikan. “Dari sebelum puasa harga sudah Rp 65 ribu per kilogram, dua minggu jelang Lebaran men­jadi Rp 70 ribu per kilogramnya,” jelasnya.

Sedangkan untuk harga ikan, salah satu penjual ikan Sugih mengatakan, ikan relatif stabil. Kenaikan harga biasanya dipicu kondisi cuaca yang tidak me­nentu. Seperti harga ikan kem­bung dan ikan bandeng yang dijual dengan harga Rp 35 ribu per kilogram. “Kita tergantung dari nelayan, harga diesel dan kondisi cuaca,” ujar Sugih.

Sementara untuk harga beras kenaikannya relatif tinggi. Itu su­dah diperkirakan mulai dari se­belum Lebaran hingga Lebaran. “Kenaikan bisa mencapai Rp 8 ribu per liternya. Kenaikannya secara bertahap, jadi nggak langsung naik drastis,” ujar salah seorang penjual beras Pri Agung.

Selain beras, juga harga potong ikut naik. Mendekati Lebaran, kenaikannya semakin tinggi mencapai Rp 30 ribu per ekor potong ayam buras berukuran sedang.Kenaikan harga ayam buras ini lebih disebabkan pasokannya semakin dibatasi. “Dari tempat pemotongannya dibatasi,” ujar Tuti seorang penjual ayam.

Untuk ayam, harganya Rp 15.000 per potong, kini men­de­kati Lebaran naik secara ber­ta­hap. “Karena stoknya juga tidak ba­nyak, kita tidak bisa tidak naikkan harga,” imbuh Tuti lagi. esi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar