Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Selasa, 14 September 2010

5 Tahun Keberadaan Sukiah Tak Diketahui

KARAWANG, ReALITA Online — Sukiah Binti Enju (50), warga Kp Peundeuy RT.19 RW.07, Desa Ciptamarga, Kec. Jayakerta, Kab.Karawang, Jabar, hampir lima tahun tidak diketahui oleh ayah dan ibunya keberadaannya dimana. Sejak Usup warga Desa Kemiri merekrutnya untuk jadi TKI ke Malaysia lima tahun silam, sama sekali tak pernah ada berita.

ENJU telah meninggal dunia karena jatuh sakit, akhirnya Rukiah sebagai istri berikut 4 anak, termasuk Sukiah anak pertama, ditinggal untuk selamanya. Namun, tidak lama kemudian Rukiah dipersunting oleh seorang pria lain, Barja namanya. Sejak ditinggal mati oleh suami hingga saat ini yang menopang kelangsungan rumah tangga tersebut adalah Barja.

Menurut Barja, kisah Sukiah menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) awalnya karena korban penipuan seorang lelaki, Nana Suryana, namanya pria asal Cariu Bogor, yang telah menikahinya.

Beberapa hari setelah pesta pernikahan, Nana sang suami mengajak Rukiah berkunjung ke rumah orangtua di Cariu. Maklum, kalau Rukiah, lanjut Barja, menuruti tanpa curiga karena suami sendiri.

Untuk berangkat ke Cariu, kemudian mereka meminjam sepeda motor milik Mustopa warga Kampung Kerjanan Desa Kampungsawah. Dengan sepeda motor tersebut perjalanan diawali dari Ciptamargi melewati Rengasdengklok sampai Tanjungpura.

Barja lebih lanjut mengatakan, namun setibanya di Tanjungpura, Nana berhenti lalu minta Sukiah turun dan menantinya karena mau membeli oleh-oleh.Tentu selaku istri masih menuruti permintaan suami.

Sukiah selaku istri tetap setia menunggu sang suami kembali ke tempat semula hingga sore hari. Astagfirullah…lelaki yang terlanjur ia cintai itu ternyata tak kunjung kembali. Akhirnya Sukiah terpaksa kembali ke Kampung Peundeuy walaupun penuh kecewa dan terisak-isak.

Kendati demikian, ujar Barja, Sukiah tetap masih menanti Nana kembali ke pangkuannya. Tapi sayang, penantian dari hari ke hari sampai berbulan-bulan, puncak hidung Nana tak pernah muncul. Sementar Mustopa selalu mendatangi Sukiah bahkan mendesaknya supaya mengembalikan sepeda motor miliknya.

Kata Barja, dikarenakan Sukiah tak tahan lagi menahan rasa malu, rupanya tanpa sepengetahuan dia dan istrinya, Sukiah diam-diam memilih untuk jadi TKI agar bisa mengganti sepeda motor yang telah raib tersebut.

”Saya dan ibunya tidak pernah menyetujui Sukiah jadi TKI apalagi jauh-jauh ke negara asing. Padahal ganti rugi sepeda motor yang dibawa kabur Nana sudah kami bayar lunas,” paparnya.

Barja menjelaskan, setelah ia mengetahui bahwa Usup warga Desa Kemiri, Kec.Rengasdengklok, sebagai calo TKI yang membawa Sukiah ke Jakarta untuk dikirim ke Malaysia sudah mereka minta pertanggungjawaban—bahkan supaya segera mengembalikan Sukiah. Tapi sejak waktu itu hingga kini Sukiah tidak pernah memberi kabar apa ia benar berada di Malaysia.

Menurut dia, Usup yang berulangkali ditemui baik di Kemiri maupun di rumah orangtuanya di Rengasdengklok Utara, hanya berjanji dan kadang menghindar.” Usup harus bertanggungjawab nasib Sukiah,” tegasnya.

Usup yang pernah dikonfirmasi mengaku dia yang merekrut Sukiah dan menyerahkan kepada sponsor asal Cianjur, Jawa Barat. Sehingga ia tidak dapat memastikan apakah Sukiah berada di Malaysia. Bahkan berjanji menemuinya walaupun terbentur alamat sponsor yang dimaksud tidak menentu.

Ketika ditanya nama perusahaan PJTKI yang menampung Sukiah,”Saya tidak persis tahu karena Sukiah saya serahkan di tengah perjalanan,” katanya setengah bingung.

Rukiah ibu kandung Sukiah agaknya pasrah karena tidak dapat berbuat apa-apa mencari tahu Sukiah di mana berada. Menurutnya, akibat ketidak jelasan Sukiah sampai mengakibatkan 2 orang adiknya sampai meninggal dunia gara-gara memikirkan nasib kakaknya.

”Adik Sukiah jatuh sakit akibat setiap hari memikirkan nasib kakaknya dan sudah 2 orang meninggal,” ujar Rukiah sedih. Tak jelasnya nasib Sukiah menambah deretan jumlah TKI asal Karawang tanpa kabar keberadaannya. Syamsudin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar