Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Kamis, 23 September 2010

Anggaran Furniture Rumah Dinas Presiden Rp 42 Miliar

JAKARTA, ReALITA Online — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sering menyarankan untuk berhemat. Ternyata anggaran untuk furniture di rumah dinasnya mencapai Rp 42 miliar.

UANG negara sebanyak itu dipakai untuk membeli furniture yang akan mengisi rumah dinas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tentu saja furniture berkualitas mewah.

Uchok Sky Khadafi dari LSM Fitra dalam rilisnya kepada Tribunnews.com mengatakan, Rabu (22/9), rumah jabatan akan dipenuhi furniture mewah. Tentu saja anggaran pembeliannya dan renovasi gedung Sekretariat Negara ini sangat boros.

"Anggaran ini fantastis dan mewah untuk kepentingan pencitraan dirinya dan juga untuk mempercantik istana yang ditempatinya. Ini jelas tidak sensitif terhadap kehidupan masyarakat miskin," kata dia.

Dikatakannya, SBY seharusnya melakukan rasionalisasi terhadap anggaran di atas. Jika tidak, SBY terang-terangan telah menghambur-hamburkan uang negara di atas kemelaratan rakyat. Fitra juga meminta Komisi II DPR berani merasionalisasi dengan melakukan pemangkasan anggaran.

"Jika ini dibiarkan, hal ini menunjukkan Presiden tidak konsisten dengan pernyataan-pernyataanya selama ini. Presiden SBY selalu mengajak rakyat untuk berhemat. Tapi justru Presiden sendiri tidak pernah melakukan penghematan anggaran," tandas dia lagi.

Alokasi Anggaran Rumah Dinas Presiden Rp 203,8 miliar, Pembelian baju presiden Rp 839 juta, Renovasi gedung Setneg Rp 60 miliar dan Road blocker Rp 49 miliar. Pengamanan fisik dan nonfisik VVIP presiden Rp 52 miliar. Sumber: LSM Fitra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar