
"Saya sudah memberi pernyataan resmi, Hanura menolak tegas pembangunan gedung baru," kata Wakil Ketua Fraksi Hanura Syarifudin Suding dalam diskusi "Gedung Baru Buat Siapa?" di Gedung DPR,
Alasannya, kebutuhan Gedung baru ini belum mendesak, karena gedung sekarang yang ditempati Dewan dinilai masih layak, hanya saja perlu ditata ulang. Jangan sampai satu anggota DPR mempunyai tiga ruangan.
Anggaran Rp1,6 triliun tersebut dinilai sangat besar dan sangat pantas untuk dialokasi ke daerah untuk peningkatan daerah. Apalagi karena rakyat sekarang kondisi yang miris.
Itulah sebabnya Hanura menginginkan adanya penundaan dan mengkaji ulang. Kalaupun dipaksakan, misalnya, menurut dia pembangunannya harus diawasi seperti oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Jangan sampai ada penyimpangan yang terjadi," ujarnya. Put
Tidak ada komentar:
Posting Komentar