Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Sabtu, 04 September 2010

Pemalsu Uang Masih Didominasi Pemain Lama

JAKARTA, ReALITA Online Perbandingan uang palsu (upal) dengan uang asli yang beredar di masyarakat masih rendah. Jumlah peredaran upal juga tidak ada peningkatan dibanding tahun lalu.

"Rasio uang palsu dengan uang yang diedarkan 8 banding 1 juta lembar," kata Kepala Unit IV Uang Palsu dan Dokumen Palsu Direkturat Ekonomi Khusus Bareskrim, Kombes Darmawan Sutawidjaya dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat 3 September 2010.

Jumlah ini tidak berubah dari tahun 2009. Jumlah uang yang beredar tidak mengindikasikan ada tren peningkatan. "Masih sama dengan 2009, tren tidak meningkat tapi tetap. Mudah-mudahan memang demikian," kata dia.

Dia mengatakan, sebagian pelaku pemalsuan uang itu masih orang-orang lama. Mereka mengulangi perbuatannya mencetak uang palsu setelah ditangkap polisi. "Ada pemain lama I, S, memang ketika 2006 melakukan pencetak uang palsu," kata dia.

"Ternyata betul bahwa memang ada pemain-pemain lama yang setelah keluar dari penjara melakukan pencetakan kembali."

Menurut dia, Bareskrim Polri dan Bank Indonesia telah memiliki data base terkait pelaku pemalsuan uang itu. "Bareskrim bekerjasama denga BI memiliki data base ternyata seperti di Cidahu, Sukabumi dapat mengungkap," kata dia.

Dia menambahkan, penyebaran uang palsu ini terjadi di berbagai tempat. "Peredaran khusus mulai di Jabar, Sukabumi, Bogor, Bandung, Kaltim, Kutai Kartanegara, Samarinda, Balikpapan, Tawa Timur, Pasuruan, Kediri dan sekitar daerah Malang. Khusus untuk di Polda Metro termasuk Banten," kata dia. VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar