Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Minggu, 05 September 2010

INGIN SUKSES

ReALITA Online — Tangan yang lamban membuat miskin, tapi tangan yang rajin menjadikan kaya.

SOBAT muda! Semua orang ingin mencapai hidup yang berhasil dan sukses. Untuk mencapai keinginan tersebut maka perlu ada usaha dan kerja keras. Tanpa dua hal tersebut maka keberhasilan dan kesuksesan hanya slogan belaka. Sebab keberhasilan dan kesuksesan tidak pernah datang atau jatuh dari langit dengan sendirinya.

Orang yang berhasil dalam hidupnya adalah orang yang ringan tangan alias rajin dan tekun. Mereka adalah orang-orang yang optimis melihat kehidupan yang ada. Namun, ada juga orang-orang yang hidupnya dikatakan melarat atau miskin. Bukannya mereka tidak disayang Tuhan atau tidak diberkati, tapi karena ulah dan perbuatan mereka sendirilah yang menyebabkan kemiskinan menimpa mereka. Salah satu penyebab itu adalah karena "kemalasan".

Dalam renungan ini, Anda dapat melihat apa yang terjadi dengan orang yang malas dan apa akibatnya.

Pertama, tidak ada sesuatu yang dapat dihasilkan atau dibanggakan. Misalnya, ada tanaman jagung orang yang malas hanya terdapat onak atau semak belukar, tampaknya tidak terawat dengan baik. Apakah yang dapat diharapkan dari kebun seperti ini? Tentu tidak ada! Kalaupun ada hasilnya pasti tidak banyak yang diharapkan. Ini adalah gambaran bahwa orang malas tidak akan menghasilkan sesuatu yang baik. Sebenarnya ada kesempatan bagi si pemalas untuk memanfaatkan tanah yang ada. Tetapi karena terlalu pesimis, maka ladang yang baik itupun disia-siakan.

Kedua, menyia-nyiakan waktu dan kesempatan. Salah satu ciri orang pemalas adalah menyukai tidur. Waktu yang ada dihabiskan di atas tempat tidur, ibarat pintu yang bergerak pada engselnya, demikian si pemalas di tempat tidurnya. Sobat, waktu dan kesempatan adalah anugrah Tuhan. Tuhan memberikan waktu itu agar manusia dapat memanfaatkan dan berkarya untuk Tuhan, sesama dan diri sendiri. Ingat masa depan ditentukan dengan memanfaatkan waktu saat ini. Orang yang ingin sukses tahu memanfaatkan waktu kini dengan tepat.

Ketiga, kemiskinan, orang yang akan hidupnya melarat dan tidak memiliki bekal untuk masa depan.

Sobat muda!, jika anda ingin mengalami kesuksesan hidup secara jasmani maupun rohani, maka anda perlu belajar menjadi orang yang rajin. Tuhan telah memberikan potensi-potensi melalui talenta dan karunia serta waktu untuk berkarya. Oleh karena itu, hendaklah kamu menggunakan semua itu dengan baik dan bertanggung jawab.

AGAR ANDA MENJADI SUKSES, ANDA HARUS TAHU YANG ANDA KERJAKAN, DAN PERCAYA BAHWA ANDA MENGERJAKANNYA DENGAN BENAR (Will Rogers). Putra Ido

Tidak ada komentar:

Posting Komentar