Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Kamis, 09 September 2010

Jutaan Umat Kristen Kecam Rencana Bakar Alquran

NEW YORK, ReALITA OnlineSekjen Dewan Gereja Amerika Serikat, Pendeta Dr Michael Kinnamon, kembali menegaskan sikap penentangan atas rencana aksi kontroversial dan dianggap ngawur--pembakaran Alquran, kitab suci agama Islam--dalam peringatan tragedi 11 September.

KINNAMON mengklaim, pernyataan yang disampaikan, Selasa (7/9) itu, mewakili jutaan warga AS yang menolak ekspresi anti-muslim yang ditunjukkan sebuah sekte kecil di Florida, Amerika Serikat, yang merencanakan aksi pembakaran salinan Alquran, pada Sabtu (11/9), waktu setempat guna memperingati 9 tahun serangan teroris 11 September 2001 di AS.

Sekte itu juga meluncurkan beberapa kampanye perlawanan terhadap homoseksualitas dan aborsi serta dikenal banyak membuat provokasi. Misalnya, tahun lalu gereja itu menyebarkan kaos yang bertuliskan "Islam adalah setan".

Rencana itu membuat--tidak saja--umat Muslim di dunia yang murka, namun para pemimpin umat Kristen, baik liberal maupun konservatif, juga mengecam rencana tersebut.

Kinnamon mengatakan, tindakan membakar Quran adalah reaksi orang yang ketakutan sekaligus salah paham terhadap sifat sejati ajaran Islam yang damai.

Sementara, Panglima militer AS di Afganistan, Jenderal David Petraeus mengingatkan, nyawa para tentara AS akan dalam bahaya jika gereja di Florida itu jadi melakukan aksi pembakaran Alquran.

Dikatakan Petraeus, rencana pembakaran kitab suci umat Islam itu akan menjadi propaganda bagi Taliban di Afganistan dan menimbulkan sentimen anti-AS di seluruh negara muslim.

"Itu bisa membahayakan pasukan dan itu bisa membahayakan upaya keseluruhan," kata Jenderal Petraeus dalam wawancara dengan Wall Street Journal, Selasa (7/9).

"Itu justru jenis tindakan yang akan dimanfaatkan Taliban dan bisa menyebabkan masalah besar. Bukan cuma di sini, namun di mana saja kita terlibat dengan komunitas Islam," tandas Petraeus.

"Kesalahpahaman dan bingung, juga ketidakmampuan untuk mencintai tetangga kita seperti yang dicontohkan Kristus, itu yang ditunjukkan sekte tersebut ketika melecehkan umat Muslim dan merencanakan international burn the Quran day," kata Kinnamon, seperti dimuat situs CSmonitor.

"Tindakan penuh kebencian tersebut bukan kesaksian atas iman Kristiani," tambah Kinnamon. Sikap senada juga ditunjukkan organisasi National Association of Evangelicals yang berbasis di AS.

"Rencana itu... untuk membakar Alquran pada 11 September menunjukkan sikap tidak hormat kepada tetangga Muslim dan justru akan meningkatkan ketegangan antara umat Kristen dan Islam di seluruh dunia," kata organisasi itu dalam pernyataannya. (AP/Ant/Adi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar