
JAKARTA, ReALITA Online — Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah Amerika Serikat (AS) dan tokoh-tokoh agama setempat untuk mencegah hari pembakaran Al Quran. Bila itu terjadi, maka akan ada konflik umat beragama global.
"Jika itu sampai terjadi bisa menyebabkan konflik agama yang meluas di dunia," kata Ketua MUI Ma'ruf Amin di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa 7 September 2010.
Menurut Ma'ruf, pemerintah AS memiliki kewajiban menjaga ketertiban dan keamanan umat beragama di seluruh dunia. Maka itu, MUI juga mendesak pemerintah
"Tapi bukan bermaksud untuk mencampuri urusan agama," kata dia. MUI juga mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dengan isu ini.
Masyarakat diimbau untuk tenang dan tidak mengambil tindakan secara anarki. Karena isu ini sangat rentan memicu perpecahan umat beragama di seluruh dunia.
Rencana pembakaran Al Quran oleh Terry Jones, pendeta sekte kecil di
Tanggal itu bertepatan dengan peristiwa serangan teroris di
Sejumlah petinggi Gereja di Amerika Serikat menentang keras rencana sekte kecil itu dan mendesak pemerintah untuk menghalangi rencana itu. "Kesalahpahaman dan bingung, juga ketidakmampuan untuk mencintai tetangga kita seperti yang dicontohkan Kristus, itu yang ditunjukkan sekte tersebut ketika melecehkan umat muslim dan merencanakan ‘international burn the Quran day'," kata Pendeta, Dr Michael Kinnamon, sekretaris jenderal Dewan Gereja Amerika Serikat, seperti dimuat situs CSmonitor, 6 September 2010.
Sejumlah organisasi Gereja di Indonesia juga kesal dengan rencana sekte itu. Persatuan Gereja Indonesia (PGI) bahkan sudah mengirim
Tidak ada komentar:
Posting Komentar