Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Senin, 20 September 2010

Karda W Balonbup: Saya Dinyatakan Punya Penyakit Gila

KARAWANG, ReALITA Online — Saya malah dinyatakan gila. Kalau begitu, jangankan Balonbup, sebagai Ketua DPRD saya minta diberhentikan. Masa saya dikatakan gila, saya akan menuntut IDI. Kemudian Ketua KPUD Karawang, Emay A Mahei, menawarkan dua opsi, yakini tes kesehatan diulang atau Pilkada diundur bahkan menyerahkan fraksi-fraksi supaya membuat kesepakatan politik untuk menyerahkan masalah Karda ke KPU Pusat.

KARDA Wiranata Bakal Calon (Balon) Bupati Karawang yang diusung PDIP mengungkapkan hal itu dalam dengar pendapat (hearing) Komisi A dengan KPUD, Panwasdalu dan IDI beserta fraksi-fraksi, Jumat (18/9) malam, yang dipimpin oleh H Mawarman Ketua Komisi A DPRD.

Dengar pendapat yang digelar di ruang utama paripurna DPRD setempat, interupsi dari fraksi-fraksi pun marak yang ditujukan kepada Ketua IDI Karawang, Dr Dwi Susilo.

Dalam kesempatan tersebut, Karda juga menyoal tidak menerima resume serta parameter sebagai acun tim dokter pemeriksa kesehatan para Balon Bupati dan Wakil Bupati kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Karawang. Bahkan Ketua Panwasda Karawang, Masmuhyi Abdullah tampak emosi kepada Ketua IDI, Dr Dwi Susilo.

Ketua DPRD Karawang ini, juga mengecam pihak-pihak yang dengan sengaja membocorkan hasil tes kesehatan kepada wartawan. Padahal yang berwenang memaparkan hasil pemeriksaan tersebut adalah Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Karawang. Dia mengungkapkan juga perlakuan yang kurang baik oleh tim dokter selama menjalani pemeriksaan.

Dr Dwi menjelaskan bahwa dua Balon yang tidak lolos pemeriksaan kesehatan telah direkomendasikan sudah sesuai standar front yang diterima dari KPUD. Emay menegaskan bahwa front yang diserahkannya itu adalah front KPU pusat yang juga diberlakukan saat Pemilu Presiden.

Rupanya, Karda tidak bergeming begitu saja akan hasil tes pemeriksaan kesehatan dirinya yang dikeluarkan oleh IDI Karawang. Dia telah memeriksakan juga ulang kesehatannya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta—guna mengetahui secara pasti apakah dirinya benar gila seperti dinyatakan IDI Karawang. Pada Jumat (17/9) sore, ia mendapat hasil pemeriksaan, yaitu pendapat yang lain (second opinion) tidak ada kelainan kesehatan pada tubuh Karda Wiranata.

Karena itu, H Tono Bachtiar Ketua FPDIP menegaskan bahwa partainya segera melaporkan masalah tersebut ke Polres Karawang,”Kami serius menuntaskan masalah ini dan tidak ada istilah mungkin. Pak Karda yang kami usung sehat dan tidak mengidap penyakit apapun. Hanya tim dokter bentukan IDI yang dihunjuk KPUD Karawang saja yang menyatakan penyakit gila,” tegas Tono agak meninggi.

KPU Pusat Putuskan Masalah Karda

Emay meminta kepada semua fraksi di DPRD Karawang supaya membuat rekomendasi politik kepada KPU Pusat supaya bisa mengambil keputusan terhadap permasalahan yang terjadi.

Dia pun menyatakan, dirinya selaku Ketua KPUD Karawang tidak digdaya berbuat banyak. Karena itu, dia mengambil langkah tersebut untuk mencegah ekses yang kurang menguntungkan.

Ia menambahkan, apa pun keputusan yang ditentukan oleh KPU Pusat, KPUD Karawang tetap menjalankannya. Sementara itu, Ketua DPRD Karawang, Karda Wiranata menjelaskan, semua pimpinan fraksi sedang mengkaji rekomendasi politik yang mau diajukan kepada KPU Pusat.

IDI Harus Konsisten

Seperti telah diberitakan ReALITA Online, bocornya hasil tes kesehatan Balon Bupati Karda Winata dan Balon Wakil Bupati Iyos Taufik telah menggelinding dan diduga sarat politis

masyarakat Karawang, khususnya di wilayah basis pencinta berat PDIP di Kecamatan Rengasdengklok, misalnya. Bahkan Yusuf Nurwenda dari LSM Lodaya menyatakan bahwa Karda dan Iyos Taufik tidak lolos tes kesehatan.

Nada miring terhadap IDI mulai mengerucut bahkan menuding hasil tes kesehatan Balonbup dan Wakil Bupati diprediksi kuat ada yang memelintir karena diduga ada kepentingan dari kelompok tertentu dengan sengaja mengintervensi tim dokter bentukan IDI. Apalagi saran tembak Karda Wiranata Balon Bupati yang diusung partai berlambang banteng gemuk itu.

Akan halnya, Iyos Taufik Balon Wakil Bupati yang berpasangan dengan H Ade Swara yang diusung oleh P Demokrat, PKS, Garindra dan PBB, disebut dalam hasil tes kesehatannya mengidap penyakit jantung disebut-sebut hanya sebagai ekses belaka.

Sebab pensiunan PNS Pemkab Karawang sejak awal hingga masa pensiun tiba tak pernah terdengar oleh masyarakat mengidap penyakit jantung.

Rukanda salah seorang tokoh pemuda di Desa Rengasdengklok Selatan sangat menyesalkan jika sampai hasil pemeriksaan tim dokter benar ada yang memelintir—bisa disimpulkan IDI Karawang mulai mencederai citra dan kode etik kodokteran.

“Diagnosa dokter jangan dijadikan alat kepentingan politik. Sebab ilmu kedokteran adalah spesifik membidangi kesehatan manusia. Kalau dokter sudah berani mengeluarkan hasil yang bertentangan dengan hasil yang sebenarnya, lantas bagaimana masyarakat bisa percaya lagi kepada dokter di Karawang ini,” tuturnya.

Sedangkan Maman Agency menyatakan keprihatinannya setelah membaca berita surat kabar lokal edisi Sabtu (18/9) yang melansir masalah kesehatan Karda Wiranata dinyatakan mengidap penyakit gila.”Kalau hasil tes dokter itu benar tentu dengan segala resiko PDIP harus legowo. Tapi, jika rekayasa karena diduga ada kepentingan kelompok tertentu, jangan kaget kalau masyarakat Karawang berbondong-bondong ke dukun untuk berobat akibat dampak tidak percaya lagi kepada dokter,” pungkas Maman. esi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar