Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Sabtu, 30 Oktober 2010

Ancaman Merapi Berikutnya, Luncuran Awan Panas dan Lahar Dingin

YOGYAKARTA, ReALITA Online — Luncuran lava panas Gunung Merapi mulai sering terjadi pada Jumat (29/10). Tercatat luncuran awan panas yang populer dengan sebutan wedhus gembel ini setidaknya sebanyak empat kali dengan masih mengarah ke selatan yaitu ke Kali Gendol.

Ancaman seusai letusan adalah awan panas dan lahar dingin jika puncak hujan deras. “Jarak luncurnya hingga 4 kilometer, kecepatannya mencapai 300 kilometer per jam,” kata R Sukhyar, Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral di Yogyakarta, Jumat (29/10).

Ia mengatakan, pascaeskplosif Merapi pada Selasa (26/10) lalu, ancaman berikutnya adalah luncuran awan panas dan lahar dingin saat terjadi hujan di puncak. Hasil pemantauan Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Yogyakarta memang belum mendapatkan adanya indikator visual terbentuknya kubah lava baru seperti kebiasaan Merapi selama ini.

Sesuai kebiasaan Merapi, kata dia, setelah terjadinya letusan eksplosif memang diikuti dengan terbentuknya kubah aktif, awan panas yang meluncur dan guguran material dari puncak. Ancaman lahar dingin yang terutama di kali Gendol kini ada sekitar 6 juta meter kubik dan perkiraan hingga 8 juta meter kubik.

"Kalau ancaman eksplosif kemungkinan tidak ada lagi, kita menunggu pertumbuhan kubah lava baru. Potensi lain yaitu perhatian kubah lava 1911 dengan volume 7,5 juta meter kubik yang bisa terancam jika kestabilannya terganggu," kata Sukhyar.

Sukhyar menyebutkan melihat akibat letusan eksplosif pada Selasa lalu, terjadi direct blast yang mengarah langsung ke lereng Merapi. Kekuatan awan panas punya daya rusak yang besar menerjang apa saja di sepanjang lereng. Wajar jika di lereng selatan Merapi terlihat kerusakan cukup parah dan hancurkan dusun Kinahrejo. "Substansi awan panas itu terdiri dari debu, gas, pasir, panas dan kecepatan tinggi,” kata dia. tempo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar