Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Senin, 03 Januari 2011

Moen Nurlatu : Kita Bukan Rakyat Indonesia,Tapi Rakyat RMS

NAMLEA, ReALITA Online — Warga Dusun Tanah Merah, Desa Waelo, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, belum lama ini mereka mengungkapkan kekecewaannya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru saat pertemuan masyarakat adat Dataran Waeapo dengan Pemkab Buru di dusun tersebut.

Yang menjadi pukulan bagi Pemkab Buru adalah pengakuan masyarakat dusun tersebut bahwa mereka (warga Dusun Tanah Merah.red) mengatakan: “Warga Dusun Tanah Merah bukan bagian masyarkat NKRI. Tetapi bagian dari masyarakat Republik Maluku selatan (RMS),” ucap Kepala Dusun Tanah Merah, Moen Nurlatu.

Moen Nurlatu yang diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi yang merupakan keluhan warganya, Nurlatu yang berbicara di hadapan Muspida dan para pejabat Kabupaten Buru dengan menggunakan bahasa asli daerah pulau buru mengatakan: “Kita na geba indonesia mo, tapi kita na masyarakat RMS.” Yang artinya: “Kita bukan masyarakat Indonesia,tapi kita masyarakat Republik Maluku Selatan ( RMS).”

Wakil Bupati Buru, Ramly Umasugi, S.Pi.MM menanggapi, dirinya merasa terpanggil membangun dusun-dusun yang terisolir selama ini dan butuh penanganan secara intensif dari pemerintah daerah, khususnya pelayanan kesehatan dan perumahan. Sehingga dalam kesempatan ini, Pemkab Buru berencana kedepan akan membangun perumahan penduduk bagi masyarakat di daerah itu.

“Dalam waktu dekat Pemkab Buru akan menangani masalah-masalah yang di hadapi saudara-saudara kita selama ini,” ujar Umasugi.

Umasugi mengatakan lebih lanjut, keluhan masyarakat yang pernah ia terima secara langsung dari seluruh masyarakat di Kabupaten Buru, semuanya sementara berjuang bersama DPRD Kabupaten Buru. Karena itu, masyarakat diharapkan perlu bersabar karena untuk membangun rumah maupun infra struktur jalan, itu semua butuh perjuangan Pemkab Buru kepada Pemerintah Pusat.

“Kita mau bangun sebuah bangunan, itu butuh proses darimana datangnya dana, sehingga masyarakat perlu bersabar,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Umasugi berjanji akan membangun sekitar 10 rumah penduduk dan sarana air bersih, “Karena masyarakat di dusun ini kalau mau ambil air harus berjalan kurang lebih 1 kilometer dari perumahan warga. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat ini lewat Dinas Nakertrans Kabupaten Buru. Akan memprioritaskan pembangunan di daerah yang kurang dijangkau oleh sentuhan pemerintah,” ungkapnya.

Dia menegaskan, pihaknya akan berjuang agar masyarakat di Dusun Tanah Merah ini dapat menduduki rumah yang layak. “Jadi lewat dinas terkait mudah-mudahan dapat membantu masyarakat di sini dengan beberapa bilik rumah dan sarana air bersih,” tuturnya berjanji. Erikson T

Tidak ada komentar:

Posting Komentar