![]() |
| investor |
JAKARTA,
REALITA Online —
Adanya demo buruh yang dilakukan dengan menutup ruas tol di kawasan Jababeka
akhir pekan lalu, telah menyebabkan investor otomotif dari Korea hengkang dari
Indonesia. Mereka memilih Thailand sebagai basis produksinya.
"Salah
satunya yang sudah dilaporkan investor dari Korea, dia mau investasi di bidang
otomotif. Namun saya belum tau persis siapa investornya. Karena demo kemarin,
dia akhirnya memilih Thailand," ungkap Ketua Bidang Pengupahan dan Jaminan
Sosial Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani ditemui di MNC
Tower, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Senin (30/1/2012)
Investasi
yang akan ditanamkan investor Korea ini, menurut Hamdani, lebih dari Rp200
miliar dan dapat menyerap tenaga kerja yang cukup. Selain Korea, Hamdani juga
menyebut investor otomotif asal Jepang yang akan melakukan perluasan usaha
mengurungkan niatnya.
"Ada
juga investor garmen lokal yang lebih memilih melakukan relokasi pabrik ke Jawa
Tengah karena menganggap (upah) di Bekasi sudah mahal," lanjut dia.
Hamdani
menyebut, kenaikan tingkat Upah Minimum Kota (UMK) Bekasi yang baru ditetapkan
pemerintah sebesar Rp1,491 juta per bulan menjadi penyebabnya. Pasalnya, jumlah
ini dinilai terlalu tinggi dan membuat investor balik badan.
"Itu
(UMK Rp1,491 juta) kan baru upah minimal, belum yang lain-lainnya. Ini jelas
memberatkan, upah naik terus tiap tahun hampir 30 persen," tambah dia.
Di
tempat yang sama, Wakil Ketua Serikat Pekerja Nasional Djoko Heriyono menyebut
bahwa alasan pengusaha ini hanyalah alasan klasik pengusaha. SPN melihat saat
ini Indonesia berada di posisi yang strategis untuk investasi sehingga janggal
pengusaha akan berbalik badan karena alasan kenaikan UMK ini.
"Apalagi
kalau dilihat upah kita masih jauh di bawah Thailand dan Vietnam," tambah
Djoko. okezone

Tidak ada komentar:
Posting Komentar