Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Senin, 30 Januari 2012

Investor Korea Hengkang dari RI Akibat Demo Bekasi


investor
JAKARTA, REALITA Online — Adanya demo buruh yang dilakukan dengan menutup ruas tol di kawasan Jababeka akhir pekan lalu, telah menyebabkan investor otomotif dari Korea hengkang dari Indonesia. Mereka memilih Thailand sebagai basis produksinya.
"Salah satunya yang sudah dilaporkan investor dari Korea, dia mau investasi di bidang otomotif. Namun saya belum tau persis siapa investornya. Karena demo kemarin, dia akhirnya memilih Thailand," ungkap Ketua Bidang Pengupahan dan Jaminan Sosial Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani ditemui di MNC Tower, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Senin (30/1/2012)
Investasi yang akan ditanamkan investor Korea ini, menurut Hamdani, lebih dari Rp200 miliar dan dapat menyerap tenaga kerja yang cukup. Selain Korea, Hamdani juga menyebut investor otomotif asal Jepang yang akan melakukan perluasan usaha mengurungkan niatnya.
"Ada juga investor garmen lokal yang lebih memilih melakukan relokasi pabrik ke Jawa Tengah karena menganggap (upah) di Bekasi sudah mahal," lanjut dia.
Hamdani menyebut, kenaikan tingkat Upah Minimum Kota (UMK) Bekasi yang baru ditetapkan pemerintah sebesar Rp1,491 juta per bulan menjadi penyebabnya. Pasalnya, jumlah ini dinilai terlalu tinggi dan membuat investor balik badan.
"Itu (UMK Rp1,491 juta) kan baru upah minimal, belum yang lain-lainnya. Ini jelas memberatkan, upah naik terus tiap tahun hampir 30 persen," tambah dia.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Serikat Pekerja Nasional Djoko Heriyono menyebut bahwa alasan pengusaha ini hanyalah alasan klasik pengusaha. SPN melihat saat ini Indonesia berada di posisi yang strategis untuk investasi sehingga janggal pengusaha akan berbalik badan karena alasan kenaikan UMK ini.
"Apalagi kalau dilihat upah kita masih jauh di bawah Thailand dan Vietnam," tambah Djoko.  okezone

Tidak ada komentar:

Posting Komentar