BEKASI, ReALITA Online — Pihak
keluarga Almahum Dhani Maulana (17)
seorang pelajar yang tewas dalam insiden tawuran antarsuporter sepakbola di
Gelora Bung Karno, Minggu (27/5), mengaku ikhlas dan mengimbau seluruh pihak
tak terprovokasi.
"Kami
ikhlas karena kematian bisa menghampiri siapa saja dan kapan saja. Saya
berharap insiden ini tidak terulang," ujar paman korban, Cecep Sumarna
(50), di rumah duka, Kampung Pedurenan RT 5 RW 5 Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan
Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (30/5).
Berdasarkan
keterangan yang diterimanya dari polisi dan juga teman Dhani, keponakannya itu
sudah mau pulang begitu pertandingan usai. Bersama teman-temannya, Dhani
menumpang metromini.
"Tapi
katanya Dhani turun waktu metromini melintasi tempat tawuran antarsuporter.
Tas, dompet, dan handphonenya dititipkan, sehingga polisi akhirnya sulit
melacak identitasnya," ujanya.
Sejauh
ini, keluarga belum menentukan langkah lanjutan terhadap kejadian yang menimpa
Dhani. Keluarga hanya berharap ada itikad baik dari seluruh pihak yang terkait
dengan kejadian ini.
"Kami
mengutuk kejadian ini. Semestinya pendukung kesebelasan menahan emosinya
masing-masing supaya tidak memicu keributan yang pada akhirnya memakan korban.
Jangan mimpi sepakbola tanah air bisa maju jika sikap pendukungnya tetap
seperti ini," katanya.
Sementara
itu, ibu kandung korban, Sutini (45), mengaku tidak menyangka anak sulung buah
pernikahannya dengan Jahedin (45) itu tewas secara mengenaskan.
"Hari
itu, sekitar pukul 11.00 WIB, Dhani pamitan pada saya untuk menyaksikan
langsung pertandingan sepakbola di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta,"
katanya.
Siswa
kelas XI SMKN 58 Bambu Apus, Jakarta Timur itu berangkat menggunakan metromini
bersama teman-temannya tanpa menggunakan atribut spesifik dari salah satu klub
tertentu.
Malam
harinya, Dhani tak pulang ke rumah. Sutini mengira Dhani menginap di rumah
temannya. "Ada yang lihat Dhani menginap di rumah temannya. Tapi ternyata
dia salah lihat, itu bukan Dhani," ujarnya.
Kegelisahannya
makin menjadi karena upaya menghubungi nomor handphone Dhani, tak membuahkan
jawaban sekali pun. Senin (28/5) siang, sang ayah pun mencoba mencari Dhani ke
Senayan. Namun upaya ini pun nihil.
Sutini
makin tak tenang karena makin marak pemberitaan perihal korban tewas akibat
tawuran antarsuporter saat berlangsungnya pertandingan antara Persija Jakarta
melawan Persib Bandung.
Ia
pun meminta suaminya untuk mengecek ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM)
Jakarta karena khawatir Dhani termasuk salah satu korban tawuran tersebut.
Dugaannya
benar. Ia pun harus tabah menghadapi kenyataan pahit saat melihat tubuh putra
sulungnya terbujur kaku di kamar jenazah RSCM dengan sejumlah luka lebam di
sekujur tubuh.
Setelah
memenuhi sejumlah prosedur yang disyaratkan pihak kepolisian, jenazah Dhani
baru dapat diambil Selasa (29/5) siang. Jenazah penyuka sepakbola itu langsung
dikebumikan di TPU Jatisari yang tak jauh dari rumahnya. ANT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar