ReALITA Online — Nilam merupakan salah satu andalan komoditi eksport non migas. Bahkan negeri kita tercatat sebagai pengekspor minyak nilam terbesar di dunia. Meski populer di pasar internasional, anehnya minyak atsiri nilam kurang akrab di telinga kita. Apalagi masih sedikit yang mengenal sosok tanaman nilam. Padahal ini peluang bisnis di masa depan. Nilam merupakan salah satu dari 150 – 200 spesies tanaman penghasil minyak atsiri. Di Indonesia sendiri terdapat sekitar 40 – 50 jenis, tetapi baru sekitar 15 spesies yang diusahakan secara komersial.Tanaman nilam mempunyai julukan keren Pogostemon patchouli atau Pogostemon cablin Benth, alias Pogostemon mentha. Aslinya dari Filipina, tapi sudah dikembangkan juga di Malaysia, Madagaskar, Paraguay, Brasil, dan Indonesia.
Sampai saat ini Daerah Istimewa Aceh, terutama Aceh Selatan dan Tenggara, masih menjadi sentra tanaman nilam terluas di Indonesia Disusul Sumatra Utara, Nias,Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, jawa Tengah dan Jawa Timur . pada umumnya tanaman Nilam masih didominasi oleh perkebunan rakyat berskala kecil. Potensi daerah inilah yang nantinya dapat dijadikan peluang bisnis yang menjanjikan. Karena permintaan minyak atsiri diberbagai pasar luar negeri cukup banyak. Kontribusi ekspor minyak atsiri relatif kecil terhadap nilai devisa total Indonesia. Namun, ternyata terjadi kenaikan permintaan setiap tahun. Bahkan peningkatannya cukup tajam.
Varietas lainnya, Pogostemon heyneanus, berasal dari India. Juga disebut nilam jawa atau nilam hutan karena banyak tumbuh di hutan di Pulau Jawa. Ada lagiPogostemon hortensis, atau nilam sabun (minyak atsirinya bisa untuk mencuci pakaian). Banyak terdapat di daerah Banten, Jawa Barat, sosok tanamannya menyerupai nilam jawa, tapi tidak berbunga.
Kebutuhan Pasar Dunia
Permintaan minyak hasil olahan tanaman nilam ( Pogostemon cablin benth ) di dunia 90% dikuasai oleh Indonesia, Jawa Barat menyumbang 20% dari total produksi, Aceh 60% dan sisanya oleh daerah-daerah lain. suplay dari propinsi Aceh sampai saat ini masih terganggu karena perkebunan Nilam di propinsi ini belum pulih akibat bencana alam Tsunami.
Kebutuhan minyak Nilam dunia mencapai 1200 ton hingga 1500 ton / tahun dan mengalami pertumbuhan sebesar 10%-15% / tahun dengan konsumsi negara-negara berikut :
Masyarakat ekonomi Eropa: 200-250 ton/tahun, Inggris : 45-60 ton/tahun, Perancis : 40-50 ton/tahun, Jerman : 35-40 ton/tahun, Belanda : 70-75 ton/tahun, Swiss : 50-55 ton/tahun, Spanyol : 15-20 ton/tahun, Amerika Serikat : 210-230 ton/tahun, Singapura : 50 ton/tahun, Jepang : 30 ton/tahun, India : 25 ton/tahun, lainnya : 15 ton/tahun.
Gambaran diatas menunjukan bahwa Investasi pada perkebunan nilam mempunyai prospek menarik, apalagi Nilam yang berasal dari Indonesia sangat digemari oleh pasar Amerika dan Eropa. minyak nilam digunakan untuk bahan baku industri pembuatan Minyak Wangi. Sebagai pengikat wewangian atau fixative parfum, Kosmetik, Kesehatan dan lain-lain.
Harga dipasar dunia menurut data LSM. Ceter of exellence for Innovation and Management Development ( CIMD ) berkisar antara USD 125-200 /liter sementara harga jual produk produsen tradisional dari Jawa Barat dan Jawa Tengah sekitar USD 84-86 /liter.
Seperti di Kabupaten Kuningan Jawa Barat, tanaman nilam sudah di budidayakan di lahan kurang lebih 300 Ha. dan terdapat 5 industri pengolahan minyak nilam skala kecil. kualitas minyak nilam yang dihasilkan menunjukan kualitas eksport/SNI. karena petani-petani yang bekerja dibidang ini sudah berpengalaman sebagai hasil penyuluhan yang intensif dari Instansi-instansi terkait. bisnisukm.com
Peluang Investasi,Jimmi 082116157070,peluang investasi pertanian, peluang investasi Nilam, minyak Nilam, pohon Nilam, Peluang Investasi Tasikmalaya, Investasi Tasik,Investasi di bidang pertanian, investasi pohon Nilam, peluang usaha Nilam, peluang Invest di budidaya Nilam
BalasHapus