JAKARTA, ReALITA Online — Penggunaan buku sekolah elektronik (BSE) sebagai program buku murah dari Kementerian Pendidikan Nasional sudah mulai meluas, utamanya di sekolah-sekolah milik pemerintah. Namun, buku digital yang dibuatkan versi cetaknya agar mudah diakses guru dan siswa tersebut dikeluhkan kualitas fisiknya yang mudah rusak."Untuk membuka buku BSE di internet sekolah sulit karena cuma satu dan dipakai untuk administrasi. Sekolah pakai BSE versi cetaknya. Tetapi belum semua mata pelajaran tersedia," kata Karsono, Kepala SDN Duri Pulo 1, Jakarta, Selasa (23/8/2011).
Menurut Karsono, buku cetak BSE lebih murah dibandingkan buku-buku dari penerbit. Tetapi buku-buku mudah rusak, karena kualitas kertas dan sampul tidak sebagus buku dari penerbit biasa.
"Kalau harus beli tiap tahun buku yang sama, juga sulit alokasi dananya. Soal kualitas fisik buku cetak BSE mungkin perlu diperhatikan ya," ujar Karsono.
Iwan Hermawan, guru Sosiologi SMAN 9, Bandung, mengatakan, memang buku versi cetak BSE lebih murah dibandingkan jika dicetak sendiri. Bahkan, toko-toko buku besar juga sudah mulai menjual buku cetak BSE sehingga memudahkan siswa.
"Buku BSE Sosiologi yang cetaknya cuma sekitar Rp 10.000 harganya. Tetapi memang kualitas fisiknya jauh dari buku biasa. Pemerintah daerah juga memberi buku BSE versi cetak ke sekolah-sekolah. Kalau yang dari pemerintah daerah kualitas fisiknya agak lebih baik dari BSE versi cetak di pasaran," jelas Iwan. sumber:kompas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar