Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Sabtu, 20 Agustus 2011

Institut Kelautan Dibuka di Karawang

KARAWANG, ReALITA Online — Kementerian Kelautan dan Perikanan memilih Karawang, Jawa Barat, untuk membangun Institut Kelautan dan Perikanan satu-satunya di Indonesia. Karawang menjadi pilihan karena memiliki panjang pantai yang cukup signifikan, yakni 85 kilometer dan memiliki aktivitas perekonomian utama di bidang kelautan, selain pertanian pangan.

Bupati Karawang Ade Swara mengungkapkan hal tersebut di Karawang, Jawa Barat, Sabtu (20/8/2011).

Menurut Ade, institut itu akan menjadi yang terbesar di Indonesia yang dibangun dengan kerja sama antara Pemkab Karawang dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Untuk kebutuhan itu, pemkab sudah menyiapkan lahan untuk tempat pembangunan kampus tersebut.

"Kami juga sudah menyiapkan tempat pelatihan kelautan dan perikanan serta dermaga di kawasan Karawang Utara. Kampus ini adalah harapan yang kami nanti-nantikan. Dengan adanya kampus itu, kami berharap kawasan utara Karawang akan lebih cepat dibangun. Sebab, saya merasa sangat sulit membangun kawasan utara itu. Kampus ini dengan sendirinya akan mengubah wajah Kabupaten Karawang di masa mendatang," tutur Ade.

Pada saat yang sama, Ade menegaskan komitmennya untuk tetap menjadikan Karawang sebagai sentra produksi beras di Jawa, dengan luas kawasan tanam 97.500 hektar dengan kapasitas produksi beras 1,4 juta ton per tahun. Pemerintah Karawang tidak akan membiarkan ada kepentingan lain yang menggerus keberadaan lahan pertanian padi itu, meskipun di saat yang sama, Karawang juga memberikan ruang kepada pengembangan kawasan industri.

"Luas lahannya 97.500 hektar, ini kami harap dapat menjadi penyelamat subsektor pangan di Karawang. Di sisi lain, ada juga potensi industri, di mana kawasan industri sudah mencapai 5.800 hektar dan kawasan industri khusus 8.000 hektar ditambang dengan zona industri maka total kawasan industri kami adalah 19.000 hektar. Industri kami pastikan tidak akan menggerus lahan pertanian, karena industri diarahkan pada lahan marginal yag tidak produktif," papar Ade. kompas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar