SUBANG, ReALITA Online — Ratusan aktivis dan anggota Karang Taruna Kabupaten Subang menuntut agar PT Daenong Global yang berlokasi di Kampung Cikadu, Desa Manyeti, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, ditutup karena dinilai memaksakan kehendak. Perusahaan tersebut berdiri di atas lahan sawah teknis dan perizinannya pun diduga belum tuntas. Massa berusaha berdialog dengan pihak manajemen tapi tidak diterima.
Akhirnya massa tidak bisa menahan emosi meski sudah difasilitasi Kepala Satuan (Kasat) Intel Polres Subang, AKP Asep M Hamim. Mereka kemudian memblokir jalan masuk pabrik dengan cara membakar sejumlah ban bekas.
Sedangkan puluhan orang lainnya melakukan aksi pembongkaran pintu gerbang dan sempat adu dorong dengan puluhan petugas keamanan dari Polres Subang. Aksi pembongkaran pintu gerbang bisa dihentikan setelah petugas menggemboknya.
"Kami minta supaya operasional PT Daenong Global ditutup karena telah melanggar berbagai aturan. Misalnya penggunaan lahan sawah teknis menjadi lokasi pabrik yang dilarang keras oleh perundang-undangan," kata koordinator aksi, Harry Chairul Anwar, Senin (17/10).
Ia menyebutkan, dalam izin lokasi mereka mengajukan pemakaian lahan seluas 16 hektare.,Tapi kenyataannya mereka menguasai 20 hektare. Selain itu, perusahaan yang bergerak di bidang garmen dengan orientasi ekspor tersebut, pun sampai sekarang belum memiliki fasilitas untuk analisis mengenai dampak lingkungan (amdal).
"Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang ceroboh dan harus meninjau ulang semua perizinan pabrik milik investor Korea itu," tandasnya.
Minta waktu
Mereka bergerak menuju Kantor Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP) di Jln Ade Irma Suryani Subang. Mereka hanya diterima oleh Kabid Bina Program, Wahyu, dan beberapa staf.
Kemudian Plt Kepala BPMP H Saad Abdul Gani tiba. "Karena baru dua minggu menjabat, untuk itu mohon waktu," katanya.
Para pengunjuk rasa semula ngotot agar masalah perizinan tuntas hari itu juga. Namun akhirnya disepakati Rabu, (19/10/2011) mendatang BPMP bersama dinas terkait akan melakukan pertemuan terlebih dulu. Beberapa pengunjuk rasa pun kemudian membubarkan diri, sementara sebagian anggota Karang Taruna bermaksud bermalam di kantor BPMP. Sumber: GM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar