Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Selasa, 18 Oktober 2011

"Langkah Kecil Berdampak Besar", Cuci Tangan Bagian HBS

ReALITA Online — SELAIN bisa menurunkan sekitar 43 persen tingkat penularan penyakit, mencuci tangan dengan benar bisa menaikkan angka rumah tangga ber-PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat). Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar, angka rumah tangga ber-PHBS pada tahun 2010 masih dari di bawah 50 persen. Sekarang di akhir tahun 2011 menjadi 57 persen.

Salah satu indikator rumah tangga ber-PHBS ini adalah kebiasaan mencuci tangan dengan benar. Dengan benar artinya mencuci tangan menggunakan air dan sabun. Atau sekitar 20 detik. Untuk membiasakan mencuci tangan kepada anak-anak, saat mencuci tangan nyanyikannya lagu, "Topi Saya Bundar".

Selain menjadi aktivitas yang menyenangkan, durasi lagu tersebut sangat mengefektifkan anak untuk mau atau tertarik untuk mencuci tangan. Seperti diketahui, syarat mencuci tangan yang benar memakan waktu 20 detik dalam prosesnya. Pastikan juga sela-sela jari dan kuku turut terbersihkan.

Sabtu (15/10) lalu merupakan peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) Sedunia. Di Jabar, peringatan HCTPS yang bertemakan "Langkah Kecil Berdampak Besar" ini secara simbolis dilaksanakan di Pos PAUD Cempaka Kel. Babakan Ciamis Kec. Sumur Bandung Kota Bandung (samping Gedung Pakuan) dan di Posyandu Seroja Kabupaten Subang. Kegiatan tersebut diikuti puluhan balita.

Acara ini dihadiri istri gubernur yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Netty Prasetiyani Heryawan, M.Si. dan Kepala Dinas Kesehatan Jabar, Dr. Hj. Alma Lucyati, M.Kes., M.Si. Netty beserta orangtua mereka diajak dan diajari cara mencuci tangan pakai sabun yang benar.

Netty Prasetiyani Heryawan, M.Si menekankan pentingnya kebiasaan mencuci tangan sebagai bagian PHBS. Netty mengingatkan juga para orang tua untuk senantiasa memberikan keteladanan pada anak-anaknya dalam mencuci tangan.

Mencuci tangan pakai air dan sabun ini memang tampak sepele, tapi dampaknya sangat besar. Sangat luar biasa. Buktinya bisa menurunkan sekitar 43 persen tingkat penularan penyakit.

"Bahkan, dengan mencuci tangan satu provinsi bisa menghemat sampai dengan Rp 2 miliar per tahun, yakni dengan menekan angka penularan penyakit seperti diare, influenza, dsb. Sehingga, dengan kebiasan kecil mencuci tangan tapi bisa meningkatkan produktivitas kerja. Sebab dengan begitu kita bisa menjaga kesehatan, jarang sakit, dan jarang bolos kerja," ujar Netty.

Dikatakan, untuk mengampanyekan gerakan mencuci tangan pakai sabun, pihaknya melalalui Pokja IV terus mengadvokasi dan mengampanyekan kepada masyarakat. "Mengampanyekan cuci tangai pakai sabun sudah termasuk tugas kerja dari para penyuluh di PKK," katanya.

Sementara itu, Dr. Hj. Alma Lucyati, M.Kes., M.Si. menambahkan peringatan HCTS ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan mengingatkan masyarakat tentang pentingnya berperilaku hidup sehat yang salah satunya dengan mencuci tangan pakai air dan sabun.

"Di antara penyakit yang bisa ditanggulangi dengan mencuci tangan yang benar adalah diare. Sebab, salah satu penyebab penyakit diare karena tangan yang tidak steril dari kuman," ujar Alma. Sumber: Gala Media

Tidak ada komentar:

Posting Komentar