Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Minggu, 30 Oktober 2011

Bocah SDN 2 Ini Sekolah Bareng Kelelawar

JAMBI, ReALITA Online — Sekolah dasar di kota Bangko, ibukota kabupaten Merangin, yakni SDN 2 diketahui menjadi tempat tinggal koloni kalong atau kelelawar semenjak bertahun-tahun lalu.

”Sebenarnya koloni kelelawar itu sudah bertahun-tahun lalu tinggal dan menempati sekolah ini, sehingga sudah dianggap biasa, namun semenjak sebulan belakangan semakin bertambah banyak, tak tertampung bangunan sekolah,” kata Kepala Sekolah SDN 2 Bangko Misrofah di Bangko, Sabtu (29/10/2011).

Menurut dia hal itu baru disadari pihak sekolah ketika mendapati kotoran kelelawar yang berserakan dalam ruang kelas. Setiap pagi kotoran terlihat menumpuk, berbeda dari biasanya.

Barulah, tambah dia, pihaknya melakukan pengamatan dan mendapati ternyata koloni kelelawar yang tidur menggantung di loteng sekolah tersebut terlihat sudah bersesak-sesakan seakan tak muat lagi. ”Mungkin sekarang jumlah anggota koloni itu sudah puluhan ribu ekor, padahal dulu hanya ratusan ekor saja,” katanya.

Saat ini kondisinya mulai meresahkan, karena sekolah kotor terkena guano atau kotoran kelelawar yang jatuh dari loteng dan berserakan di lantai menebarkan aroma tak sedap, satu ruang kelas terpaksa dikosongkan.

Loteng tempat persembunyian hewan tersebut terpaksa dibongkar guna mengeluarkan guano yang menumpuk. ”Para murid terpaksa kita ungsikan ke ruangan lain yang relatif lebih bersih,” katanya.

Sebelumnya selama bertahun-tahun, tambah dia, keberadaan koloni kelelawar tersebut tidak terlalu dihiraukan pihak sekolah, karena tidak menganggu proses kegiatan belajar mengajar, karena siang hari kalelawar tidur dan diam.

Menurut Misrofah, kondisi tersebut sudah dilaporkan secara resmi kepada instansi terkait yakni Dinas Pendidikan dan Kantor Lingkungan hidup.

”Pihak Diknas menyatakan akan membatu memperbaiki kondisi loteng sekolah yang terpaksa harus di bongkar guna mengeluarkan guano, dan pihak LH juga menyatakan akan berupaya mengusir koloni tersebut dari sekolah ini,” terangnya.

SDN 2 Bangko adalah salah satu sekolah favorit warga sekitar karena tergolong sekolah mapan, apalagi gedung sekolah tersebut juga terlihat megah.

Namun warga samasekali tidak menyadari kalau koloni kalelawar sudah berkembang biak di dalamnya hingga jadi persoalan seperti saat ini. Kompas, ANT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar