KARAWANG, ReALITA Online — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menggelar aksi demo di depan kantor Bupati Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Jumat (28/10/20110). Aksi tersebut menuntut Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono mundur seiring memperingati hari Sumpah Pemuda dan juga diwarnai aksi treatrikal.
"Kami rasa momen Sumpah Pemuda hari ini merupakan momen yang pas untuk melakukan gerakan menuntut SBY-Boediono mundur. Karena kami menilai kepemimpinan mereka tidak membawa perubahan apa-apa bagi rakyat," ucap Doni koordinator aksi./span>
Menurut Doni, dua hal kegagalan pemerintahan SBY-Boediono, yakni mereka menganggap belum mampu menegakkan supremasi hukum. Hukum dipraktekkan bak pisau dapur yang tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas.
"Keadilan hukum bagi rakyat, terus dirusak dengan obral remisi dan grasi bagi para koruptor," tuturnya.
Selain itu, di bidang ekonomi, pemerintahan SBY-Boediono juga belum mampu menunjukkan perubahan. Berkurangnya pengangguran sebagai klaim pemerintah , kata Doni, menganggap hanya di atas kertas.
"Faktanya pengangguran semakin bertambah, rakyat semakin menjerit dengan harga kebutuhan hidup yang tinggi. Ini menunjukkan belum ada perubahan apa-apa ," tegasnya.
Setelah melakukan orasi di depan Kantor Bupati Karawang, massa melakukan long march melewati Jalan Ahmad Yani, Mega M, dan Tuparev. Cie
Tidak ada komentar:
Posting Komentar