Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Jumat, 21 Oktober 2011

Kabag Dalprog Banyak Tamu Diduga Kontraktor

KARAWANG, ReALITA Online — Pada Kamis (20/10/2011), sekitar pukul 16.30 WIB hingga pukul 18.00 WIB kesibukan tampak di ruang kerja Kabag, Bharoto, Setwilda Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Bahkan sejumlah pengusaha jasa konstruksi diduga asal Jakarta dan Bandung keluar masuk kantor tersebut.

Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan Olah Raga dan Pemuda, Drs Yudi, kesibukan di ruang kerja Kepala Bagian Pengendalian Program (Kabag Dalprog) berkaitan proses lelang Dana Alokasi Khusus (Dak) untuk Dinas Pendidikan Olah Raga Dan Pemuda sebesar Rp.66 milyar. Dan termasuk keberadaan dirinya pada sore itu.

Dia menjelaskan bahwa dari total anggaran DAK Tahun 2011 sebesar 70 persen adalah pembangunan fisik sedangkan 30 persen pengadaan mebeler dan saran lainnya.

Ketika ditanya apakah tidak bertentangan dengan Perpers No.54 Tahun 2010 tentang Lelang Pegadaan Sistem Elektronika (LPSE) kontraktor kontak langsung dengan Dalprog dan Dinas Pendidikan Olah Raga dan Pemuda, namun Yudi tampaknya mengalihkan pembicaraan dengan rombongan yang tengah duduk di depan kantor Asisten Administrasi Pembangunan.

Sementara itu, Asisten Administrasi Pembangunan, Drs H A Nugraha, ketika dikonfirmasi lewat telepon celular dengan SMS, dia menjawab: “Saya belum tahu karena saya pukul 16.00 WIB sudah pulang. Temui saja Kabag Dalprognya untuk apa dia mengumpulkan orang apalagi kontraktor di luar jam kerja.”

Nila, salah satu pemerhati proyek pemerintah mengatakan, sejak LPSE diberlakukan bahwa pemborong dengan pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang tidak boleh bertemu langsung. “Semua data-data berupa administrasi harus dikirim lewat online/internet. Itu makanya saya tungguin di sini,” katanya.

Pada sore itu dua unit mobil sedan D 155 GT warna putih dan B 8352 DG warna hitam meninggalkan halaman depan setelah keluar dari ruang kerja Kabag Dalprog. Menurut sebuah sumber penumpang kedua mobil tersebut diduga adalah pengusaha konstruksi. esi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar