Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Jumat, 21 Oktober 2011

Ketegasan Bupati Tentukan Disiplin PNS di Daerah

KARAWANG, ReALITA Online — Hampir sepuluh bulan pemerintahan Bupati Kabupaten Karawang Drs H Ade Swara, M.Hum berlangsung. Akan tetapi, kurun waktu itu juga hingga sekarang, kondisi Pemkab Karawang tampak kurang mencerminkan wibawa sebagaimana layaknya kantor pemerintah daerah. Ironisnya, PNS mulai dari staf hingga pejabat eselon IV, III dan II tampaknya kurang disiplin waktu, baik pada jam kerja maupun pada appel siang.

“Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”, agaknya ungkapan ini sangat cocok dialamatkan terhadap Pemerintahan Drs H Ade Swara-dr Celicca sebagai pemegang kekuasaan tertinggi saat ini di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat.

Menurut pengamatan ReALITA Online mulai dari lingkungan Setwilda, Badan hingga Dinas, persentasi aktivitas kerja para staf dan pejabat sungguh memprihatinkan. Yang paling memprihatinkan, ruang kerja pejabat mulai eselon IV,III, dan II sering kosong melompong. Alat pendingin dibiarkan hidup begitu juga listrik tetap menyala. Beberapa staf tampak duduk-duduk dan ada juga yang mengutak-atik computer—itu pun tidak lebih main game.

Bukti sederhana disiplin PNS di lingkungan Pemkab Karawang kian berkurang, terlihat pada saat apel siang pegawai yang ikut bisa dihitung dengan jari tangan. Appel hanya rutin dilakukan di lingkup Setwilda. Sedangkan di kantor badan dan dinas tidak lebih hanya kantor BMPD yang rutin melakukan apel siang.

Ada Badan Kepegawaian Daerah (BKD), tapi akhir-akhir ini fungsi instansi yang satu ini terkesan kurang peduli sejak di bawah kepemimpinan Dra Yani. Ketika mau dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (20/10/2011), tidak ada di tempat bahkan ironisnya pintu ruang kerjanya terkunci rapat padahal masih dalam jam kerja.

Akan halnya Badan Pengawasan Daerah (Bawasda) di bawah kendali Drs Lili, belum pernah menghiraukan kedisiplinan para abdi negera tersebut. Paling mencolok, Sekretaris Daerah (Sekda) Ir H Iman Somantari selaku kepala admintrasi dan aparatur, tampak dingin terhadap curat-marut PNS di jajarannya.

Berbagai pandapat miring terhadap pemerintahan Bupati Drs H Ade Swara kini, sangat menyesalkan figur kemampuan pengusaha sarang walet ini membawa Kabupaten Karawang ke arah yang lebih maju lagi. Terlebih di era reformasi kini, suami Hj Nurlatifa yang juga anggota DPRD Karawang meragukan kepiawaiannya bisa melakukan reformasi birokrasi di lingkungan pemerintahannya.

“Pak Dadang S Muchtar sudah bilang, masyarakat Karawang akan menyesal kemudian atas pilihannya. Termasuk kalangan PNS yang hampir 90% memenangkan pasangan H Ade Swara-dr Cellica. Kalau seseorang tidak berbakat menjadi bupati atau kepala pemerintahan, tinggal menunggu kehancuran,” ungkap Tatang Bintang putra kelahiran Rawa Merta penuh prihatin.

Memang Tatang Bintang dapat dibenarkan. Beberapa pejabat eselon III dan II tampak agak lesu, padahal ketika rezim Drs Dadang S Muchtar mereka tergolong diperhitungkan. “Kalau dipikir-pikir dengan fakta sekarang, bapak Dadang S Muchtar yang benar. Pada rezim H Ade Swara -dr Cellica kami berharap akan lebih baik dari pendahulunya. Memang saya akui PNS yang pemalas merasa diuntungkan pemerintahan Karawang sekarang,” ujarnya sembari minta namanya tidak ditulis. esi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar