Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Senin, 17 Oktober 2011

Malaysia Klaim Tidak Ada Pencaplokan

JAKARTA, ReALITA Online — Menteri Pertahanan Malaysia Dato' Seri Dr Ahmad Zahid bin Hamidi meminta agar wilayah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia tidak dijadikan sebagai alat politisasi. Hal itu diungkapkan Ahmad Zahid terkait sengketa perbatasan di wilayah Camar Bulan dan Tanjung Datu, Kalimantan Barat, yang belakangan menjadi isu panas di Indonesia.

"Jangan sampai persoalan ini dipolitisasi, yang akhirnya menjadi ruwet. Ini politisi ikut campur, jangan membuat rakyat resah. Kalau ada agenda politik, silakan. Tapi, jangan dimasukkan ke dalam kesepakatan ini," ujar Ahmad Zahid saat menggelar konferensi pers di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin (17/10/2011).

Masalah perbatasan ini pertama kali dilontarkan oleh Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin. Politisi PDI-P itu menyebut wilayah Camar Bulan berkurang hampir 1.500 hektar dan wilayah Tanjung Datu sepanjang 800 meter garis pantai. Bahkan, Malaysia dikatakan sudah membangun taman nasional serta budidaya penyu di daerah tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Ahmad Zahid menegaskan, tidak ada satu pun wilayah Indonesia yang dicaplok Malaysia. Menurut dia, semua patok di dua wilayah tersebut tidak ada satu pun yang bergeser. Ia juga membantah Malaysia membangun taman wisata maupun budidaya penyu.

"Sudah ada patoknya semua dan tidak ada pemindahan patok. Mungkin dia (Hasanuddin) sendiri tidak pernah lihat secara langsung," kata Ahmad Zahid.

Sebelumnya, pada Jumat (14/10/2011), Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Laksamana Agus Suhartono menegaskan, tidak ada wilayah Indonesia yang dicaplok Malaysia. Penegasan itu dia sampaikan setelah menerima laporan dari Pangdam XII Tanjung Pura Mayjen TNI Geerhan Lantara yang telah meninjau lokasi.

Menurut dia, prajurit terus menjaga perbatasan sesuai perjanjian yang ada. Jika ada patok yang bergeser, kata dia, dapat dikembalikan ke koordinat semula lantaran semua pos telah dilengkapi data mengenai koordinat setiap patok. sumber: kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar