"Jangan sampai persoalan ini dipolitisasi, yang akhirnya menjadi ruwet. Ini politisi ikut campur, jangan membuat rakyat resah. Kalau ada agenda politik, silakan. Tapi, jangan dimasukkan ke dalam kesepakatan ini," ujar Ahmad Zahid saat menggelar konferensi pers di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin (17/10/2011).
Masalah perbatasan ini pertama kali dilontarkan oleh Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin. Politisi PDI-P itu menyebut wilayah Camar Bulan berkurang hampir 1.500 hektar dan wilayah Tanjung Datu sepanjang 800 meter garis pantai. Bahkan, Malaysia dikatakan sudah membangun taman nasional serta budidaya penyu di daerah tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Ahmad Zahid menegaskan, tidak ada satu pun wilayah Indonesia yang dicaplok Malaysia. Menurut dia, semua patok di dua wilayah tersebut tidak ada satu pun yang bergeser. Ia juga membantah Malaysia membangun taman wisata maupun budidaya penyu.
"Sudah ada patoknya semua dan tidak ada pemindahan patok. Mungkin dia (Hasanuddin) sendiri tidak pernah lihat secara langsung," kata Ahmad Zahid.
Sebelumnya, pada Jumat (14/10/2011), Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Laksamana Agus Suhartono menegaskan, tidak ada wilayah Indonesia yang dicaplok Malaysia. Penegasan itu dia sampaikan setelah menerima laporan dari Pangdam XII Tanjung Pura Mayjen TNI Geerhan Lantara yang telah meninjau lokasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar