YOGYAKARTA, ReALITA Online — Calon menantu Sri Sultan Hamengku Buwono X, Achmad Ubaidillah telah menjalani prosesi siraman menjelang pernikahannya dengan Gusti Raden Ajeng Nur Astuti Wijareni, Senin 17 Oktober 2011. Untuk prosesi siraman itu, air yang digunakan diambil dari tujuh sumber."Air untuk siraman untuk pengantin pria diambil dari tujuh sumber," kata Putri ketiga Sultan, GKR Maduretno, di Kompleks Keraton.
Maduretno menjadi pemandu para abdi dalem yang membawa air dari tujuh sumber itu. Sementara itu, Sang Permaisuri, GKR Hemas menjadi pimpinan acara siraman itu. Tujuh mata air yang digunakan untuk siraman ini semuanya berada di dalam kompleks keraton.
"Air tujuh sumber itu berasal dari sumur-sumur dalem Keraton," kata Nyimas Wedono Hamongsumoriharjo, Abdi Dalem Keparak yang berusia 77 tahun.
Nyimas mengatakan, pemilihan tujuh mata air untuk siraman itu bukannya tanpa alasan. "Pitu mata air (tujuh mata air), maknanya biar dapat pitulungan (agar mendapat pertolongan)," imbuhnya.
Achmad Ubaidillah akan menikahi putri Sultan, Gusti Raden Ajeng Nur Astuti Wijareni. Puncak acara pernikahan itu akan dilangsungkan Selasa 18 Oktober 2011. Acara puncak akan diselenggarakan di Kepatihan (Kantor Gubernur) yang jaraknya sekitar 800 meter dari Keraton Yogyakarta. Untuk menuju tempat acara, kedua mempelai akan melakukan kirab.
"Kirab ini pertama kali setelah ditiadakan pada masa Sultan X. Ini untuk mengembalikan tradisi lama. Dulu selama Sultan X hanya sampai pada acara panggih pengantin," kata Koordinator Panitia Keraton, KRT Yudha Hadiningrat. Sumber: vivanews
Tidak ada komentar:
Posting Komentar