Meskipun kurang berhasil dalam penyelenggaraan Kantin Kejujuran untuk tingkat SMP dan SMA, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mencanangkan program serupa di tingkat SD. Pencanangan resmi program tersebut dilaksanakan di SDN Kayuringin Jaya 1 Kota Bekasi, Senin (24/10).
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi Saiful Bahri mengatakan, untuk tahap awal didirikan 12 Kantin Kejujuran di perwakilan SD yang ada di masing-masing kecamatan. Sebagai modal awal, Dinas Pendidikan memberikan Rp 1 juta dan Rp 1 juta tambahan diperoleh dari kecamatan.
Modal tersebut dikelola hingga berdiri Kantin Kejujuran yang menyediakan berbagai kebutuhan sekolah dan juga jajanan. Pengelolanya merupakan murid SD setempat dengan bimbingan dari guru.
Saiful meyakini, keberadaan Kantin Kejujuran di tingkat SD akan lebih berhasil daripada yang didirikan di SMP dan SMA. "Tingkat kejujuran anak SD lebih tinggi dan kesadaran mereka untuk menyukseskan ini pun besar," katanya.
Selain itu, Saiful mengaku sudah mengetahui cara untuk membuat keberadaan kantin lebih eksis tanpa harus bernasib serupa dengan yang ada di tingkat SMP dan SMA. Data memperlihatkan, sebanyak 65 persen dari total 697 Kantin Kejujuran yang ada di SMP dan SMA Kota Bekasi tak aktif beroperasi. "Supaya tak bernasib serupa kami minta bantuan dari Kejaksaan Negeri Bekasi untuk mengawasi operasionalnya dan memberikan masukan manakala dibutuhkan," kata Saiful.
Sementara dalam sambutannya, Pelaksana Tugas Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan bahwa kejujuran merupakan jurus efektif menangkal korupsi. Bibit-bibit kejujuran coba ditanamkan kepada generasi muda melalui program ini.
"Jangan jadikan kantin kejujuran ini sebagai beban. Justru manfaatkan kehadiran kantin ini sebagai laboratorium mempelajari kejujuran," katanya.
Rahmat pun berharap agar keberadaan kantin ini didukung semua pihak, mulai dari siswa, guru, orang tua, dan anggota masyarakat. Dengan demikian, Kantin Kejujuran di tingkat SD bisa tetap eksis tanpa harus bernasib sama dengan yang ada di tingkat SMP dan SMA.
Pada hari pertama operasi, keberadaan Kantin Kejujuran ini disambut antusias siswa SD setempat. Puluhan siswa berkerumun di Kantin Kejujuran saat jam istirahat tiba. "Memang agak ribed, tapi nyaman-nyaman aja jajan di sini. Paling harus sedia uang receh agak banyak biar nggak bingung kalau jajan tapi nggak ada uang kembalian," ucap Cherry Chinta (11), siswi kelas VI.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar