Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Jumat, 21 Oktober 2011

Pendi: Rita Istri Saya TKW di Arab Ingin Pulang Tak Kuat Perlakuan Majikan

CIANJUR, ReALITA Online — Pendi warga Cipeyem, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, setiap berbicara melalui telepon celular dengan Rita Rosita istrinya kini menjadi TKW di Arab Saudi tak kuat mendengar keluhan atas sikap majikannya yang suka memfitnah dan memukul.

Menurut Pendi dalam sms-nya yang dikirim ke redaksi ReALITA Online, setiap berbicara sang istri selalu mengeluhkan bagaimana supaya bisa pulang ke Indonensia. Dalam sms-nya menegaskan: “Tolong pa, saya sampai sakit.Tolong sebelum ada apa-apa tentang istri saya. Hubungkan langsung dengan pak Jumhur (Kepala BNP2TKI. red.) sebelum terlambat.Tolong banget pa, cuma bapak yang bisa nolong.”

Kegelisahan Pendi kian menjadi setiap ia menyaksikan berita di televisi tentang nasib Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Arab Saudi. Lelaki yang sehari-harinya ngojek, itu akhirnya trauma akan nasib Rita Rosita Binti Lili Sadeli istrinya.

Akew warga Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, selaku sponsor alias calo Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang merekrut Rita. Pada Rabu 9 Juni 2010, bersama Akew berangkat ke PT Pancaran Batu Sari yang beralamat di Jalan Batusari 1 No 23 Rt10, Rw 02 Batuamper, Jakarta.

Pendi di Cipeuyeum, sang istri nan jauh di negeri orang, kini sama-sama mengaku bingung dan mereka tidak tahu harus mengadu kepada siapa. “Tiap malam mata saya tidak pernah kering usai bicara dengan istri saya lewat telepon. Saya orang ga punya bagaimana supaya Rita pulang ke Kampung Cipeuyeum. Sampai saat ini belum merasakan jerih payah Rita, istrinya sejak jadi TKW di Arab Saudi. Saya butuh pendamping ke PT Pancaran Batu Sari (PT PBS) untuk menayakan nasib Rita. Dan termasuk menemui bapak Jumhur Hidayat Kepala BNP2TKI di Jakarta,” ungkap Pendi kepada ReALITA Online melalui telepon celular.

Dengan suara terisak-isak Pendi juga sangat berharap bantuan KBRI di Arab Saudi bagaimana agar Rita bisa kembali ke Indonesia. Bahkan kepada pihak-pihak yang berkompeten tentang TKI di Arab Saudi, ia pun meminta pertolongan supaya membantu Rita bagaimana untuk keluar dari majikannya sekarang. Bagi yang berkenan supaya menghubungi Pendi ke nomor ponsel 0821-19104978 atas nama Wiwin.

“Rita pulanglah dan tempuh aturan yang berlaku di Arab Saudi. Jangan sekali-kali melarikan diri dari rumah majikan. Jika hal itu kamu lakukan siap-siap jadi TKI ilegal dan bakal terlantar. Temui KBRI di Arab Saudi,” demikian pesan Pendi kepada Rita. esi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar