KARAWANG, ReALITA Online — Meski telah dianggarkan tiap tahunnya, namun kerusakan ruang kelas di Kabupaten Karawang masih saja menjadi persoalan dalam memberikan fasilitas pendidikan yang nyaman demi peningkatan mutu pendidikan. Data dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kab. Karawang tercatat kondisi bangunan yang masih baik ada 4.071, untuk yang rusak sedang ada 1.146 gedung, rusak berat 776 dan sebanyak 1.366 SD kekurangan ruang kelas.
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kab. Karawang, Nana Suryana mengatakan sejak April 2011 pengajuan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) kepada Pemkab Karawang belum sepenuhnya direalisasikan.
Meskipun ada realisasi, kata Nana, pembangunan gedung tidak sesuai dengan pengajuan dari sekolah. "Semua gedung SD yang rusak sudah kami ajukan ke Pemda sejak April lalu, tapi memang belum ada realisasi secara menyeluruh," ujarnya.
Lebih lanjut Nana mengatakan banyaknya gedung SD yang cepat rusak karena realisasi jarang sesuai dengan pengajuan. Jika pengajuan Ruang Kelas Baru (RKB) dari sekolah sebanyak 3 ruangan, maka Pemkab hanya memberikan satu RKB saja.
"Masalahnya selalu klasik karena keterbatasan dana APBD. Pembangunan sekolah rusak tidak bisa dilakukan secara serentak tapi secara bertahap, sehingga permasalahan gedung sekolah rusak tidak akan pernah selesai," katanya.
Sementara itu, Kepala Bagian Pengendalian Program Kab. Karawang, Sribharoto Indriyatno mengatakan komitemen Pemkab Karawang untuk membangun infrasturktur pendidikan berupa ruang kelas yang layak dan menunjang kegiatan belajar sudah jelas.
"Penganggaran dari tahun ke tahun yang selalu meningkat sudah menunjukan komitemen kami untuk mengatasi masalah ini. Hanya saja, penganggaran menurun di tahun ini dikarenakan memang kondisi peralihan dari bupati lama ke bupati baru," katanya.
Penyelesaian perbaikan atau penambahan ruang kelas, kata Bharoto, dapat dilakukan dengan penganggaran tahun jamak. Namun, rencana penganggaran ini sudah dilakukan untuk infrastruktur jalan. Sedangkan untuk infratruktur pendidikan Pemkab telah melakukan perencanaan penganggaran untuk lima tahun mendatang.
"Jadi kami rencanakan dalam lima tahun mendatang tidak ada lagi ruang kelas yang rusak berat. Untuk yang rusak ringan kami tetap lakukan pemeliharaan setiap tahunnya. Untuk laporan baru bagi ruang kelas yang rusak berat kami akan rencanakan seiring penganggaran tahun berjalan," tuturnya. PRLM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar