Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Selasa, 18 Oktober 2011

Saya Tak Pernah Bermimpi Menjadi Menantu Raja

YOGYAKARTA, ReALITA Online — Bagaimana rasanya menjadi menantu Sultan Hamengku Buwono X ? Coba tanya Kanjeng Pangeran Haryo Yudhanegara, calon suami Gusti Kanjeng Ratu Bendara Nurastuti Wijareni. Sebagai calon anggota keluarga kerajaan, ia harus menjalani sejumlah prosesi yang bukan hanya berupa ijab kabul dan resepsi.

Menghadapi prosesi pernikahan yang sudah dimulai kemarin itu, ia mengaku grogi. Saking gugupnya, pria yang memiliki nama kecil Ubai itu mengaku tak bisa tidur lelap. "Antara nyenyak dan tidak," ujarnya saat ditanya menjelang prosesi nyantri--penjemputan calon pengantin pria--di Ndalem Mangkubumen kemarin.

Prosesi ini merupakan rangkaian pertama yang akan dijalaninya. Setelah nyantri, hari ini Yudhanegara akan menjalani siraman secara terpisah dengan pengantin putri. Adapun ijab kabul akan dilaksanakan besok pagi, yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi kirab dari Keraton Yogyakarta ke Bangsal Kepatihan di kawasan Malioboro sore harinya. Acara pernikahan itu lantas ditutup dengan upacara pamitan pada Rabu pagi nanti.

Pernikahan ini boleh jadi tantangan terbesar Yudhanegara. Yudha lelaki biasa. Ia memilih Reni--panggilan akrab Ratu Bendara--bukan karena dia putri Ngarso Dalem, tapi karena cinta.

Yudhanegara lahir di Jakarta, 26 Oktober 1981. Pegawai Kementerian Dalam Negeri ini anak bungsu dari enam bersaudara pasangan Jusami Ali Akbar dan Nurbaiti Helmi. Keluarga ini berasal dari Lampung dan menetap di Jakarta sejak 1970-an. Di keluarga itu, Ubai punya lima kakak: Leli Yunita, Muhammad Rizki Adhari, Muhammad Wildan, Novi Alvisa, dan Muhammad Haikal. "Bapak kami sudah meninggal tahun 2011," kata Rizki, yang kini menjabat lurah di Kebayoran Baru, Jakarta. Ia didapuk menjadi pendamping Yudha saat akad nikah nanti bersama mantan penjabat Gubernur Lampung, Tursandi. "Pak Tursandi saya anggap seperti orang tua sendiri," kata Yudha.

Menikah dengan putri raja benar-benar membuat Yudhanegara deg-degan. Apalagi dia bukan berasal dari Jawa. Dalam gladi resik, Yudha berusaha semaksimal mungkin tak melakukan kesalahan-kesalahan selama prosesi pernikahan. Dia juga mewanti-wanti rombongan keluarganya agar mempelajari adat istiadat Jawa lingkungan Keraton Ngayogyakarta. "Karena (kami) berasal dari Sumatera, maka tata krama pun berbeda dengan Jawa," kata Yudhanegara.

"Saya sendiri masih belajar bahasa Jawa," ujarnya. Tapi Yudha tak merasa malu untuk bertanya. "Saya tak pernah bermimpi menjadi menantu raja," katanya. tempointeraktif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar