KARAWANG, ReALITA Online — Kementerian Perhubungan berencana membangun Bandara Internasional di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Lahan peruntukan bandara tersebut direncanakan 4.000 hektare yang status kepemilikannya milik Perhutani yang tersebar di Desa Mulyasejati, Kutanegara, Parungmulya, Kecamatan Ciampel,Desa Taman Mekar dan Taman Sari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. RENCANA pemerintah membangun bandar udara di bagian selatan Karawang itu, sebagai antisipasi kelebihan kapasitas Bandara Internasional Soekarno – Hatta di Cengkareng yang bertujuan mendistribusikan kepadatan penumpang yang secara signifikan meningkat setiap tahun.
Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono belum lama ini mengungkapkan, rencana pembangunan Bandara tersebut kini masih pendekatan untuk lokasi, sedangkan investasinya belum sampai ke sana. “Jadi sekarang kita masih cari lahan sebagai lokasi,”katanya.
Ia mengatakan, ada tiga lahan untuk dijadikan lokasi dan semuanya berada di Karawang. Hingga saat ini lokasi itu prosesnya masih didalami oleh tim pengkaji yang dibentuk oleh pemerintah.
Lebih lanjut dia mengatakan, bila kita lihat Bandara Soeta diperkirakan optimal sampai tahun 2014-2015 masih bisa menampung jumlah, tetapi setelah itu tidak. “Jadi kita targetkan membangun bandara baru itu harus beroperasi pada 2018 mendatang. Peletakan batu pertama ditargetkan pada tahun 2013 mendatang,” jelasnya.
Menurutnya pemerintah sedang mengkaji tiga lokasi di Karawang. Tidak hanya mengkaji lokasi, tetapi juga menguji daya dukung lingkungan, tata ruang udara, tata ruang darat, dan kesesuaian area setempat. “Sekarang semua masih dikaji,” tegas Bambang.
Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan mengatakan, pembangunan Bandara dengan kapasitas lebih besar dari Bandara Soekarno-Hatta, akan dilakukan peletakan batu pertama pembangunannya paling tidak tahun 2013. Sebelum 2018, diharapkan bandara baru sudah bisa beroperasi.
Selain mengkaji lokasi, tim pengkaji bentukan pemerintah juga tengah membahas model pengerjaan proyek. “Akan diputuskan apakah melalui tender atau penunjukkan langsung, Tim juga akan mengkaji apakah pengerjaan proyek ini bisa dilakukan kerja sama antara pemerintah dengan swasta atau cukup perusahaan pemerintah saja.
Setelah Bandara Karawang dibangun, nantinya akan diperuntukkan bagi seluruh segmen penerbangan. Termasuk penerbangan domestik dan internasional, seperti halnya Bandara Soekarno-Hatta.
“Jakarta akan menjadi kota multibandara. Maskapai tinggal pilih mau menggunakan Bandara yang mana,” katanya.
Untuk Seluruh Segmen Penerbangan
Bandara Karawang akan diperuntukkan bagi seluruh segmen penerbangan, termasuk layanan penuh maupun tarif rendah (low cost carrier). Untuk pengerjaan proyek ini akan dilakukan atas kerja sama pemerintah dan swasta (public private partnership/PPP). Pemerintah akan membangun prasarana dari sisi udara, sedangkan swasta akan mengerjakan sisi darat.
Disebutkan, bandara Karawang tersebut akan dibangun sebagai jawaban atas stagnannya layanan bandara lama Soekarno Hatta, Cengkareng, karena kelebihan kapasitas.
“Kalau di bandara Soekarno Hatta kan ada dua runway. Nah, nanti di Karawang adalah runway ke tiga dan selanjutnya. Karawang nantinya akan dijadikan bandara aerotropolis (bandara dalam kota),” jelas Bambang.
Menurut Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bhakti S Gumay,diperkirakan pada 2015 Bandara Karawang sangat dibutuhkan. Karena bandara Soekarno-Hatta hanya bisa mengembangkan terminal yang dilalui penumpang. Namun, tidak bisa mengembangkan runway untuk pesawat yang berlalu-lalang tersebut.
Pengamat Perkotaan Yayat Supriyatna dari Universitas Trisakti mengatakan, pembangunan Bandara Karawang mendesak direalisasikan. Banyak keuntungan dari proyek itu. Secara geografis, Bandara Karawang akan lebih bagus dibandingkan yang ada saat ini.
Bandara Karawang bisa terintegrasi dengan jalan tol Trans Jawa, jalur kereta api lintas utara Jawa, dan pelabuhan. Bahkan dengan jalur kereta api, Bandara itu sangat mudah terhubung dengan Jakarta dan Cirebon di Jawa Barat.
Ia menambahkan, yang lebih penting pemerintah bisa memecah mobilitas dan volume kendaraan. Selama ini warga Wilayah Timur Jakarta yang hendak ke Bandara Internasional Soekarno Hatta harus melewati Jakarta.
Diharapkan, setelah Bandara Karawang jadi, kendaraan terpecah. “Arus kendaraan tak semuanya ke Jakarta,” katanya. “Dampaknya kemacetan menjadi terurai.”
Keuntungan lain membangun bandara itu, semakin tumbuhnya kawasan industri di kawasan Karawang, Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat dan sekitarnya. “Tentunya, tumbuh kembangnya industri kreatif yang menjadi program pemerintah turut terpacu. Dengan dibangunnya bandara itu, pastinya akan terjadi pengembangan wilayah baru yang akan ikut memangkas angka pengangguran,” ungkap Yayat.
Bila menjadi kenyataan di kecamatan akan dibangun bandara internasional, tentunya akan sangat membanggakan bagi masyarakat Karawang dan sekitarnya. Karawang sebagai gerbang kota masa depan atau “Gate away city for the future. Pride Of ASEAN Pole”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar