MANDAILING NATAL, ReALITA Online — Banjir besar yang melanda Kabupaten
Mandailing Natal, Sumatera Utara (Sumut) menyebabkan setidaknya 11 unit rumah
hanyut. Warga yang mengungsi diperkirakan mencapai 740 keluarga.
Sekretaris
Fraksi Madina Bersatu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mandailing Natal,
Erwin Lubis, yang tengah berada di lokasi bencana menyatakan pendataan kerugian
akibat banjir ini masih terus dilakukan.
Namun
data-data wal yang masuk menunjukkan, ada 11 rumah yang hanyut, 40 rumah yang
rusak berat dan ada puluhan lainnya yang rusak ringan.
"Ini
data yang bersumber dari dua desa yang saya kunjungi, yakni Desa Sopo Batu dan
Desa Gunung Tua. Kalau pengungsian, data sementara yang kita peroleh mencapai
740 keluarga, tapi mungkin sudah mulai berkurang," tukas Lubis kepada
wartawan melalui jaringan telepon, Senin (27/2/2012) siang.
Berkurangnya
jumlah pengungsian tersebut, kata Lubis, sebab sebagian warga sudah mulai
pulang karena banjir yang mulai surut. Mereka sudah mulai membersihkan rumah
walau masih sekadarnya. Jika banjir memang sudah surut total kemungkinan
sebagian besar pengungsi akan pulang.
"Kita
melihat penanganan yang dilakukan pemerintah kabupaten sudah relatif baik.
Tanggap terhadap persoalan dengan penyediaan fasilitas kesehatan dan hal
darurat lainnya yang dibutuhkan korban bencana. Tadi juga sudah kita sampaikan
saran-saran berkenaan dengan penanganan bencana kepada pemerintah
kabupaten," ujar Lubis.
Banjir
yang bersumber dari hulu Aek (Sungai) Ranto Puran tersebut, terjadi pada Minggu
(26/2/2012) sekitar pukul 20.00 WIB. Setidaknya ada lima desa yang terkena
banjir tersebut, yakni Desa Gunung Manaon, Pagaran Tonga, Manyabar, Gunung Tua
dan Sopo Batu. detik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar