PENYABUNGAN,
ReALITA Online — Jalur lintas tengah Sumatera terputus
di Penyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, Minggu (26/2/2012)
malam. Jembatan di Gunung Tua Lumban Pasir, Kecamatan Panyabungan, hanyut
tersapu banjir karena meluapnya Sungai Aek Rantau Puran.
Putusnya
jembatan sepanjang sekitar 100 meter dengan lebar 8 meter itu membuat
akses transportasi dari Sumatera Utara ke Sumatera Barat atau sebaliknya via
jalur lintas tengah dan barat Sumatera putus.
Tim
Ekspedisi Cincin Api Kompas yang dalam perjalanan menuju Sumatera Barat
tertahan dan terpaksa menginap di jalan. Alternatif jalur harus melalui lintas
timur via Riau dengan jarak tambahan sekitar 400 kilometer.
Kondisi
jembatan dengan rangka baja itu tampak miring ke sisi barat. Sebagian ujung
aspal di sisi utara tampak menggantung tanpa penopang apa pun. Suara gemuruh
air sungai menggerus dinding sungai dan mengancam keberadaan sejumlah rumah dan
tiang listrik yang berdiri di pinggirannya. Rumah-rumah warga yang berada
dalam radius terdekat dari jembatan tampak dikosongkan.
Kurnia
Sani Rangkuti (18) yang tinggal sekitar 100 meter dari bibir jembatan
mengatakan, jembatan putus setelah sebelumnya terdengar gemuruh.
"Sebelumnya hujan deras turun mulai sekitar pukul 18.00 tanpa henti
sebelum jembatannya putus sekitar pukul 20.00," katanya.
Abdurrahim
(54), salah seorang warga lain, mengatakan, kejadian serupa terjadi pada 2004
lalu. "Tetapi lebih parah kejadian saat ini. Setelah kejadian 2004 lalu jembatan
itu diperbaiki, tapi lalu putus lagi saat ini," ujarnya.
Ia
mengatakan, akses lain melalui jembatan di Desa Manyabar sementara ini juga
putus menyusul banjir sekitar empat meter yang merendam. "Biasanya memutar
sejauh sekitar 4 kilometer dari Desa Gunung Tua, tapi sekarang juga tidak
bisa dilewati. Untuk saat ini paling bisa ditembus lewat jalur timur,"
kata Abdurrahim.
Sejumlah
kendaraan terjebak dan tertahan di sekitar SPBU sekitar 1 kilometer dari
bibir jembatan. Polisi menyarankan agar pengendara memutar balik atau menunggu
surutnya air di Desa Manyabar untuk melihat kemungkinan apakah jalur tersebut
bisa dilewati atau tidak. kompas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar