Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Jumat, 23 Maret 2012

259 Murid SMK di Medan Terancam Tidak Lulus


MEDAN, ReALITA Online — Sebanyak 259 dari 16.444 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Medan, Sumatra Utara, tidak hadir dalam Ujian Nasional Kejuruan yang digelar Kamis (22/3) kemarin. Hal ini bisa berdampak terhadap buruknya nilai Ujian Nasional (UN).
“Alasan ketidakhadiran beragam. Ada dengan alasan jelas dan ada tanpa alasan yang jelas,” ucap Kepala Seksi Kurikulum SMK Dinas Pendidikan (Disdik) Pemko Medan Zulhanif di kantornya.
Dia menyatakan, pihaknya masih memberi kesempatan kepada siswa yang tidak hadir untuk mengikuti ujian susulan yang digelar minggu depan. “Inilah bedanya SMK dan SMA.Kalau siswa SMA indikator kelulusannya dari UN dengan ujian sekolah.Sedangkan SMK,selain ujian kejuruan, indikator kelulusan juga ujian praktek dan UN,”katanya.
Untuk standar kelulusan UN kejuruan,tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yakni dari 7.0 pada tahun sebelumnya menjadi 6.0 tahun ini.
Namun, dia tidak mengetahui alasan pemerintah menurunkan standar kelulusan. “Kami juga nggak tahu kenapa turun. Memang standar dari pusat seperti itu. Tetapi walaupun turun, kami tetap minta sekolah bisa meningkatkan standarnya agar tidak terjadi penurunan dari tahun sebelumnya,”papar Zulhanif. Selain standar kelulusan, penilaian ujian kejujuran juga berubah.
Jika sebelumnya dinilai secara manual oleh sekolah, kini dilakukan Disdik Pemko Medan melalui OMR (Optical Mark Recognition).“Petunjuk dari pemerintah pusat memang seperti itu, bahwa penilaian tidak lagi di sekolah,”katanya. Zulhanif menyatakan, berdasarkan pengalaman dari tahun sebelumnya, jika siswa tidak ikut ujian kejuruan, maka secara otomatis nilai pembaginya semakin kecil.
Hal itu membuat siswa tidak lulus UN.“Ya, kami minta kepada sekolah mengimbau siswanya untuk ikut ujian susulan sehingga peluangnya lulus semakin besar,” pungkasnya. Sementara Kepala SMK Negeri 5 Medan Maraguna Nasution menyatakan, ada tujuh siswa yang tidak ikut hadir ujian kejuruan.Namun, ketujuhnya merupakan siswa yang tidak lulus tahun sebelumnya.
“Kami memberikan kesempatan kepada mereka untuk ikut ujian kembali. Namun, hingga kini tidak hadir juga,” tuturnya. Syarat kelulusan setiap anak didik pada UN 2011-2012 sama dengan UN 2010-2011, yakni didasarkan pada hasil ujian yang dilakukan oleh sekolah, kelakuan/akhlak siswa di sekolah, dan hasil UN dengan standar 5,5. Ketiga hal inilah yang diberlakukan satuan pendidikan untuk menentukan lulus tidaknya siswa. waspada online

Tidak ada komentar:

Posting Komentar