MEDAN, ReALITA Online — Sebanyak 259 dari 16.444
siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Medan, Sumatra Utara, tidak hadir
dalam Ujian Nasional Kejuruan yang digelar Kamis (22/3) kemarin. Hal ini bisa berdampak
terhadap buruknya nilai Ujian Nasional (UN).
“Alasan
ketidakhadiran beragam. Ada dengan alasan jelas dan ada tanpa alasan yang jelas,”
ucap Kepala Seksi Kurikulum SMK Dinas Pendidikan (Disdik) Pemko Medan Zulhanif
di kantornya.
Dia menyatakan,
pihaknya masih memberi kesempatan kepada siswa yang tidak hadir untuk mengikuti
ujian susulan yang digelar minggu depan. “Inilah bedanya SMK dan SMA.Kalau
siswa SMA indikator kelulusannya dari UN dengan ujian sekolah.Sedangkan
SMK,selain ujian kejuruan, indikator kelulusan juga ujian praktek dan
UN,”katanya.
Untuk standar
kelulusan UN kejuruan,tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun
sebelumnya yakni dari 7.0 pada tahun sebelumnya menjadi 6.0 tahun ini.
Namun, dia tidak
mengetahui alasan pemerintah menurunkan standar kelulusan. “Kami juga nggak
tahu kenapa turun. Memang standar dari pusat seperti itu. Tetapi walaupun
turun, kami tetap minta sekolah bisa meningkatkan standarnya agar tidak terjadi
penurunan dari tahun sebelumnya,”papar Zulhanif. Selain standar kelulusan,
penilaian ujian kejujuran juga berubah.
Jika sebelumnya
dinilai secara manual oleh sekolah, kini dilakukan Disdik Pemko Medan melalui
OMR (Optical Mark Recognition).“Petunjuk dari pemerintah pusat memang seperti
itu, bahwa penilaian tidak lagi di sekolah,”katanya. Zulhanif menyatakan,
berdasarkan pengalaman dari tahun sebelumnya, jika siswa tidak ikut ujian
kejuruan, maka secara otomatis nilai pembaginya semakin kecil.
Hal itu membuat
siswa tidak lulus UN.“Ya, kami minta kepada sekolah mengimbau siswanya untuk
ikut ujian susulan sehingga peluangnya lulus semakin besar,” pungkasnya.
Sementara Kepala SMK Negeri 5 Medan Maraguna Nasution menyatakan, ada tujuh siswa
yang tidak ikut hadir ujian kejuruan.Namun, ketujuhnya merupakan siswa yang
tidak lulus tahun sebelumnya.
“Kami memberikan
kesempatan kepada mereka untuk ikut ujian kembali. Namun, hingga kini tidak hadir
juga,” tuturnya. Syarat kelulusan setiap anak didik pada UN 2011-2012 sama
dengan UN 2010-2011, yakni didasarkan pada hasil ujian yang dilakukan oleh
sekolah, kelakuan/akhlak siswa di sekolah, dan hasil UN dengan standar 5,5.
Ketiga hal inilah yang diberlakukan satuan pendidikan untuk menentukan lulus tidaknya
siswa. waspada online

Tidak ada komentar:
Posting Komentar