Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Jumat, 23 Maret 2012

Limapuluh Ribu Massa Medan Bakal Turun ke Jalan


Demo tolak kenaikan BBM
MEDAN, ReALITA Online Senin (26/3/2012) pekan depan, Kota Medan diprediksi bakal lumpuh total. Sekitar 50 ribu massa dari berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam Kongres Rakyat Sumatera Utara (KRSU) untuk melakukan aksi unjuk rasa penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (ВВМ).
"Ada sekitar 50 ribu massa akan diturunkan hari Senin nanti, yang tergabung dari pelbagai Elemen. Aksi kita menolak kenaikan harga ВВМ dan itu harga mati," sebut Wakil Pimpinan Aksi KRSU Prabu Alam Syahputra didampingi ketua Pimpinan Aksi Ahmadyah, dan Ketua SBSI 92 Pahala Napitupulu dalam konferensi pers di Warkop Soccer, Jumat (23/3/2012).
KRSU mengusung lawan politik upah murah dan memberikan upah yang layak bagi buruh, kembalikan tanah rakyat yang dirampas oleh perusahaan negara dan swasta. Ia mengatakan tujuan aksi tersebut penolakan terhadap kenaikan harga BBM untuk melindungi masyarakat kecil, buruh, petani dan masyarakat kecil.
“Titik kumpul, nanti di Lapangan Merdeka Medan. Dan kita juga mengimbau bagi elemen masyarakat yang akan turun agar dapat bersama-sama kita Senin nanti," katanya.
Sementara itu, Keluarga Besar Sopir dan Pemilik Angkutan Umum (KESPER) Sumatera Utara melalui sekjennya Israel Situmeang mengatakan, Senin (26/3/2012) pihaknya juga mengeluarkan imbauan agar para supir angkot juga melakukan mogok kandang atau tidak menarik.
“Ya kita juga akan melakukan mogok massal. Dan semua supir angkot tidak akan menarik sampai ada pembatalan kebijakan pemerintah menaikkan BBM,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan M Rajab Lubis, mengatakan meski Senin akan berlangsung unjuk rasa besar-besaran, tidak membuat anak-anak sekolah diliburkan, meski pun ada ancaman akan adanya mogok angkot.
Menanggapi adanya aksi besar-besaran dari puluhan ribu massa, Kepala Polresta Medan Komisaris Besar (Kombes) Pol Monang Situmorang mengatakan tidak ada sistem khusus yang akan digunakan kepolisian mengantisipasi potensi dengan jumlah massa yang besar tersebut.
Namun, pihaknya tetap dan selalu mengantisipasi aksi mahasiswa agar tidak mengarah kepada anarkisme.
"Tidak ada sistem khusus yang kita lakukan.Hanya penjagaan biasa saja dengan menurunkan personil dua pertiga dari jumlah seluruhnya," ungkapnya usai salat Jumat, kemarin di Mapolresta Medan. Tribun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar