Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Sabtu, 24 Maret 2012

Lulusan SMK Karawang Masih Minim Terserap di Industri Otomotif


siswa SMKN I Karawang
KARAWANG, ReALITA Online — Siswa SMK asal Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kalah bersaing di dunia industri otomotif. Pasalnya, sekolah hanya memiliki peralatan seadanya, bahkan untuk praktik masih menggunakan mesin mobil produk lama.
Kepala Sekolah SMK Sunan Gunung Jati Karawang, Mizaq Setiawan, kepada wartawan mengatakan, masih rendahnya daya serap lulusan SMK terhadap dunia industri otomotif, salah satunya peralatan praktik yang minim.
"Siswa kami sulit keterimadi perusahaan otomotif, karena minimnya pengetahuan tentang komponen kendaraan yang terbaru," kata Mizaq seperti dikutip Republika.
Saat ini saja, ujar Mizaq, jumlah murid SMK Sunan G unung Jati mencapai 733 orang. Dengan kelengkapan peralatan praktik seadanya, sudah tak sesuai dengan perkembangan teknologi kendaraan produk perusahaan otomotif.
Dia menembahkan, untuk membeli alat baru, sekolah sangat kesulitan karena bantuan pemerintah sangat minim. Bahkan untuk sekolah swasta, bantuan peralatan sangat jarang,sehingga satu-satunya cara untuk membeli alat baru hasil swadaya orang tua siswa. Itupun kalau tidak ada yang komplain.
Mizak mengakui, lulusan SMK Sunan Gunung Jati yang keterima di salah satu perusahaan otomotif seperti Toyota, sangat jarang. Persentasinya, satu berbanding 100.
Sementara itu, Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Edward Otito Karen, mengakui hingga kini lulusan SMK asal Karawang masih sedikit yang diterima di Toyota yang pabriknya berada di daerah ini. Yang menjadi salah satu penyebabnya adalah keterbatasan peralatan praktik yang dimiliki SMK.
"Karena itu, kami berupaya membantu SMK yang ada di Karawang," ujar Edward.
Salah satunya, dengan memberikan bantuan, mobil, knalpot, axel mobil, link assy ,dan  sub assy exhaust pipe. Semua peralatan itu, khusus untuk praktik para siswa.
Berkat peralatan tersebut, diharapkan para siswa SMK terutama jurusan teknik otomotif  bisa mengenal peralatan sesuai standar perusahaan. "Saat ini, jumlah karyawan Toyota asli Karawang baru 60 persen. Tapi, yang lulusan SMK masih sedikit," kata dia.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang, Agus Supriatman, mengatakan, jumlah SMK yang ada di wilayahnya mencapai 69 sekolah. Lulusan SMK tersebut, memang masih sangat sedikit yang diserap di perusahaan otomotif. Paling juga hanya 10 persen dari rata-rata kelulusan.
"Kita akui lulusan SMK Karawang masih minim yang keterima di perusahaan besar," aku Agus.
Salah satu penyebabnya, minimnya peralatan praktik. Pemerintah daerah, ujar lanjut Agus, berupaya membantu sekolah. Namun, bantuannya masih minim Rp 1,2 juta per SMK per tahun.”Idealnya biaya untuk kegiatan praktik jurusan teknik otomotif sebesar Rp 2,4 juta,” imbuh dia.
Dia mengakui karena anggaran dari pemerintah minim, maka  pihaknya meminta partisipasi pihak swasta. Jika tak dibantu pihak swasta, imbuh dia, keberhasilan di dunia pendidikan sulit terealisasi. Sumber:Republika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar