Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Sabtu, 24 Maret 2012

Empat Bulan Lalu Tomcat Sudah Serang Bekasi


Tomcat
BEKASI, ReALITA Online — Serangga Tomcat ternyata sudah memasuki Kota Bekasi sejak empat bulan lalu di rumah susun sewa (rusunawa) Bekasi Jaya, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur. Namun, warga belum mengetahui nama serangga yang menimbulkan perih dan luka di kulit.
"Hampir semua penghuni rusunawa di sini merasakan gatal dan perih di kulit akibat cairan dari serangga Tomcat, sekitar empat bulan lalu. Namun, kami belum tahu kalau serangga ini bernama Tomcat," ujar Aji Surahmat, penghuni lantai 3 Blok C 17 seperti dikutip SP Sabtu (24/3) pagi.
Awalnya, Tomcat menyerang warga setelah sawah yang berada di samping rusunawa dibangun perumahan. Serangga Tomcat yang habitatnya memang di sawah mulai terusik dan kemudian pindah ke rumah warga di sekitarnya, termasuk rusunawa empat lantai ini.
"Cairan serangga Tomcat menimbulkan kulit terasa panas dan perih. Saya pernah mengalaminya. Rasanya seperti kena virus herpes, perih, dan gatal di bagian muka. Makin terasa perih kalau terkena air," tutur Aji.
Hal senada juga diungkap Sunarti, penghuni Lt. 3 Blok C 18. Ia terkena cairan Tomcat di bagian tangan kanan. "Saya pernah obati dengan getah jantung pisang tapi lukanya malah melebar. Saya jadi takut untuk pakai obat lain. Sembuh selama tiga minggu," aku Sunarti.
Warga di permukiman rusunawa di Jalan Baru Underpass ini, sudah melaporkan ke puskesmas setempat. Pihak puskesmas belum mengetahui serangga tersebut adalah Tomcat yang kini ramai diberitakan.
Pihak puskesmas menghimbau warga penghuni rusunawa supaya tidak menyalakan lampu pada malam hari. "Kalau terpaksa menyalakan lampu harus berwarna kuning atau hijau," sambung Aji membagi pengalaman.
Namun, kalau lampunya warna putih, lanjut Aji, serangga Tomcat ini cepat sekali berkumpul di sekitar lampu. Ada yang jatuh ke bawah terus menjalar ke tempat tidur. Sewaktu tidur, biasanya Tomcat mengeluarkan cairan karena tanpa sadar tangan menepuk serangga ini.
Pada Sabtu (24/3) pagi, tidak lagi terlihat aktivitas serangga yang membuat heboh masyarakat setempat. "Kemarin (Jumat 23/3) masih terlihat serangga Tomcat di kamar mandi yang berdekatan dengan sawah," ujar Rossanepha Iswantuti, penghuni Lt. 2 Blok B 6. Sumber:SP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar