KARAWANG, ReALITA Online — Sebanyak 508
anggota Polres Karawang dibantu 300 anggota TNI dari Kodim 0604 dan Yonif 305
disiagakan untuk menghadapi aksi unjukrasa kenaikan harga BBM. Mereka bakal
ditempatkan pada sejumlah titik strategis yang mungkin menjadi sasaran
pengunjuk rasa.
"Kami tidak
mau kecolongan sehingga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu
kami berinisiatif untuk menggelar operasi dengan sandi Dian Karang 2012,"
ujar Kepala Polres Karawang, Ajun Komisaris Besar Arman Achdiyat, seusai
memimpim upacara gelar pasukan Dian Karang 2012 di Lapang Karangpawitan, Senin
(26/3).
Menurut Kapolres,
anggotanya telah berjaga-jaga di seluruh Station Pengisian Bahan Bakar Umum
(SPBU) di Karawang. Selain itu mereka bersiaga di sejumlah objek vital seperti
Depot BBM di Desa Dawuan Cikampek, dan gedung pemerintahan.
Dikatakan juga,
Selasa (27/3), ratusan anggotanya turun ke lapangan untuk melakukan
penyekatan-penyekatan agar pengunjuk rasa asal Karawang tidak mengalir ke
Jakarta. Dengan demikian, aksi unjuk rasa massal yang direncanakan pihak-pihak
tertentu digelar, Selasa (27/3) ini, bisa diminimalisasi.
Dikatakan juga,
pihaknya sengaja meminta bantuan TNI untuk mengamankan aksi unjuk rasa
tersebut. Sebab, jumlah massa pengunjuk rasa dikhawatirkan bakal lebih besar
dibanding jumlah personel Polri.
Meski begitu,
lanjut Kapolres, komando tetap berada di tangannya. Artinya, anggota TNI tidak
mungkin bergerak sendiri tanpa intruksi dari kepolisian.
Dikatakan juga,
selain melibatkan TNI, dalam gelar pasukan itu, pihaknya melibatkan pula
sejumlah anggota organisasi masyarakat (ormas) yang menginginkan kondusifitas
Karawang tetap terjaga."Alhamdulillah, ada ratusan anggota ormas yang siap
membantu kami," kata Kapolres.
Dikatakan juga,
polisi tidak ingin menghambat aspirasi masyarakat, asal aksi mereka dilakukan
dengan tertib. "Kami tidak ingin berbenturan dengan masyarakat. Tapi
masyarakat juga harus mengerti tugas polisi," kata Kapolres.
Di tempat yang sama
Komandan Kodim 0604 Karawang, Letkol Inf. R. Haryono mengatakan, TNI dan Polri
siap bekerja sama untuk menjaga stabilitas dan kondusifitas di Karawang. Sebab,
keamanan negara bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri semata, tetapi juga
menjadi tanggung jawab bersama termasuk para anggota TNI.
"Sesuai
undang-undang, anggota TNI juga wajib membatu pemerintah di daerah," kata
Dandim. PRLM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar