KARAWANG, ReALITA Online — Satu pekan
menjelang diberlakukannya kenikan harga bahan bakar minyak (BBM), Kepolisian
Resort (Polres) Karawang memperketat pengamanan sejumlah objek vital yang ada
wilayah lumbung padi tersebut. Hal itu dilakukan guna menangkal kemungkinan
terjadinya aksi anarkis masyarakat yang kecewa atas kebijakan pemerintah itu.
“Sejak munculnya
rencana kenikan harga BBM, anggota kami telah disiagakan pada objek-objek vital
yang mungkin menjadi sasaran amuk massa. Pengamanan kami perketat lagi mulai
Senin (26/3),” ujar Kepala Polres Ajun Komisaris Besar Arman Achdiyat, ketika
dihubungi, Minggu (25/3).
Menurut Kapolres,
peningkatan kerawanan akibat rencana kenikan harga BBM diprediski bakal
meningkat tajam satu pekan menjelang pemberlakuan rencana tersebut. Oleh karena
itu, pihaknya terus melakukan pamantauan terhadap aktivitas masyarakat terutama
yang mungkin bakal menimbulkan gejolak sosial.
Dikatakan, objek
vital yang diperketat pengamannya di antaranya adalah Depot BBM di Desa Dawauan
Kecamatan Cikampek, station pengisian bahan bakar umum (SPBU), gedung
pemerintahan, badan usaha milik negara dan daerah (BUMN/D), dan objek-objek
lainnya yang terkait dengan kepentingan umum.
Bahkan, lanjut
Kapolres, beberapa hari menjelang kenikan harga BBM, bukan tidak mungkin
anggotanya diperintahkan untuk mengawal kendaraan pengakut BBM. Hal itu
dilakukan untuk menghidari pembajakan yang mungkin dilakukan para pengunjuk
rasa.
Dikatakan juga,
selain memperketat pengamanan sejumlah objek vital, pihaknya berupaya mencegah
terjadinya penimbunan BBM. “Untuk itu kami telah mengintruksikan kepada para
Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas), dan para
Kapolsek untuk mengamati aktivitas masyarakat di wilayah kejanya masing-masing.
Dengan demikian, jika ada warga yang dicurigai melakukan penimbunan BBM bisa
terdekteksi sejak dini,” kata Kapolres. PRLM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar