![]() |
| Kapolsek Senen Kompol Imam Zebua dikeroyok demonstran |
JAKARTA, ReALITA Online — Meski pernah mengalami pengalaman
pahit, dikeroyok massa, Kapolsek Senen, Jakarta Pusat, Kompol Imam Zebua
mengaku tak trauma. Dia tak kapok ikut serta mengamankan aksi unjuk rasa yang
kerap berakhir bentrokan.
"Kita
enggak ada kapoknya, karena ini buat masyarakat," kata Imam di RS Mitra
Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (31/3/2012).
Imam
mengalami pembengkakan di jantung dan lambungnya karena dikeroyok massa dan
terkena lemparan batu saat mengamankan unjuk rasa yang berakhir bentrok di
Salemba, Kamis (29/3).
Saat
ini dia masih menginap di kamar nomor 525 ruang Edelweis. Tampak istri dan
putrinya menemani Imam, termasuk Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol)
Rikwanto yang ikut membesuk. "Dada saya masih sakit," ujar Imam
kepada wartawan.
Dia
mengaku belum tahu kapan diperbolehkan pulang. Yang pasti, Imam bersemangat
ingin ikut terjun lansung ke lokasi demo untuk mengamankan aksi massa.
"Saya ingin langsung bertugas ketika keluar dari rumah sakit,"
sebutnya.
Seperti
diketahui, Imam dikeroyok massa di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat saat ikut
menenangkan massa yang mulai bertindak brutal waktu itu. Saat dikeroyok, Imam
langsung pingsan dan dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM.
Dendamkah
Imam pada pengeroyok? "Kita sebagai polisi enggak boleh dendam karena
harus melindungi masyarakat," jawabnya.
detik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar