Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Senin, 02 April 2012

Potongan Uang Ditemukan dalam 25 Karung di Denpasar


ilustrasi potongan uang rusak
DENPASAR, ReALITA Online — Warga Denpasar digegerkan dengan ditemukannya potongan uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu berserakan di sebuah lahan kosong. Belum diketahui, itu uang asli atau palsu.
Karung berisi uang ditemukan warga di Gang Rajawali, Jalan Tukad Balian, Denpasar, Senin (2/4/2012).
Namun, karung itu baru diketahui berisi potongan uang setelah salah seorang warga melihat isi karung tersebut. Ternyata, isinya potongan potongan uang. Karung itu tergeletak di lahan sejak empat hari lalu.
Total tumpukan uang yang sudah dipotong dalam bentuk kecil-kecil ini sekitar 25 karung.
"Anak-anak kecil yang pertama lihat katanya ada mobil yang nurunin karung-karung banyak, setelah dilihat ternyata isinya potongan uang," kata Wayan Pania, warga sekitar ditemui wartawan di lokasi, Senin (2/4/2012).
Temuan potongan uang dalam jumlah besar ini menggemparkan warga sekitar. Mereka mendatangi lahan kosong ini guna memastikan isi karung tersebut. "Ternyata memang uang yang dipotong kecil-kecil," imbuhnya.
Sejumlah polisi mulai berdatangan untuk mengeceknya. Petugas dari Bank Indonesia (BI) juga nampak terlihat di TKP.
BI Potongan Uang dalam 25 Karung Uang Asli
Potongan uang yang ditemukan warga dalam 25 karung di lahan kosong Gang Rajawali, Jalan Tukad Balian, Denpasar, ternyata uang asli. Uang itu sengaja dihancurkan karena rusak dan sudah tidak layak edar lagi.
Potongan uang sangat kecil. Satu lembar uang terpotong dalam puluhan bagian. "Ya memang ini uang asli. Sengaja hancurkan karena tidak layak untuk dipakai lagi," kata Widaryadi, Kasir Muda Senior BI Denpasar kepada wartawan ditemui di lokasi pada Senin (2/4/2012).
Menurutnya, penghancuran uang itu sudah biasa dilakukan. Biasanya uang itu langsung dibuang ke tempat pembuangan sampah. Hanya saja untuk kasus kali ini potongan uang ini malah dibawa warga ke lahan kosong.
"Inilah yang masih akan kita tanyakan lagi kepada pemilik lahan ini termasuk kepada petugas pembuang sampah kenapa sampai di sini," imbuhnya.
25 Karung Potongan Uang Asli untuk Uruk Lahan
25 karung yang berisi potongan uang asli rencananya akan digunakan seorang warga untuk menguruk lahan kosong di Jalan Tukad Balian Gang Rajawali Denpasar.
Pengakuan itu dikatakan oleh Wayan Suarta, selaku petugas yang mengangkut sampah dari kantor BI Denpasar serta pemilik lahan yang digunakan untuk membuang sampah di lahan tersebut.
"Rencana potongan-potongan uang ini akan saya gunakan untuk menguruk tanah. Karena kemarin kemalaman makanya batal. Rencananya sore ini akan kita uruk," kata Wayan Suarta ditemui di lokasi Jalan Tukad Balian Gang Rajawali, Denpasar, Senin (2/4/2012).
Wayan Suarta yang juga petugas sampah swakelola ini berdasarkan rencana awal, potongan uang akan dibuang ke TPS Suwung Denpasar. Hanya saja karena dirinya membutuhkan untuk pengurukan tanah, maka potongan uang ini digunakan untuk keperluan tersebut.
"Sekarang kan peraturannya sampah tidak boleh dibakar, karena itu saya manfaatkan saja untuk menguruk lahan," imbuh dia.
Pasca kejadian ini, Wayan Suartha kemudian dipanggil ke BI untuk dimintai keterangannya. detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar